Pameran TATAH Diundur, Tetap Usung Misi Besar Angkat Seni Ukir Jepara ke Level Nasional dan Internasional 

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 14:51 WIB
TELATEN: Hartono Kasari salah satu seniman yang terlibat dalam Pameran Tatah tengah membuat detail karyanya. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
TELATEN: Hartono Kasari salah satu seniman yang terlibat dalam Pameran Tatah tengah membuat detail karyanya. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Rencana pelaksanaan Pameran TATAH 2026, bertajuk “Suluk–Sulur–Jepara” mengalami perubahan jadwal. 

Jika sebelumnya dijadwalkan mulai 20 April 2026, kini pameran bergengsi tersebut diundur, akan berlangsung pada 29 April hingga 5 Juli 2026. Penyelenggaraan pameran akan berlangsung di Museum Nasional Indonesia.

Perubahan jadwal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo pada Kamis (16/4).

Meski mengalami penyesuaian waktu, namun menurutnya keseluruhan konsep dan misi besar pameran tetap tidak berubah.

Pameran TATAH 2026 tetap menjadi momentum penting, untuk mengangkat kembali marwah Jepara sebagai Kota Ukir. Baik di level nasional maupun internasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menegaskan komitmennya untuk mendorong ukiran Jepara, tidak hanya dipandang sebagai produk mebel. Tetapi juga sebagai karya seni murni bernilai tinggi.

Tema “Suluk–Sulur–Jepara” yang diusung menggambarkan filosofi perjalanan dan kesinambungan budaya. 

Motif sulur misalnya, yang menjadi ciri khas ukiran Jepara. Dimaknai sebagai simbol kehidupan tradisi, yang terus tumbuh dan diwariskan lintas generasi.

Pameran ini menjadi bagian dari upaya strategis mengembalikan kejayaan Jepara sebagai pusat seni ukir Nusantara. 

Pihaknya berharap, ajang ini mampu meningkatkan kesejahteraan para pengukir. Melalui apresiasi yang lebih luas terhadap karya mereka.

Menurutnya, selama ini persepsi masyarakat masih cenderung menyempitkan ukiran Jepara, sebagai bagian dari industri mebel. 

Sementara, di balik setiap karya tersimpan nilai hortoris, keterampilan turun-temurun, serta filosofi budaya yang mendalam.

Lebih dari sekadar pameran, TATAH 2026 juga dirancang sebagai jawaban atas tantangan regenerasi pengukir. 

Di tengah dominasi produksi mebel massal, minat generasi muda terhadap seni ukir murni dinilai semakin menurun.

Menurut Anjar, sebelumnya pada Maret lalu, juga diserahkan Kartu Mebel Jepara, kepada sekitar 100 perusahaan atau pengusaha di Jepara. 

Ia menegaskan, kepemilikan kartu tersebut menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah daerah. Mendukung kemajuan ukir. Yang secara bertahap juga akan ditambah penerima manfaatnya.

Sebanyak 20 industri kecil menengah (IKM) mebel, juga telah mengikuti pameran internasional Indonesia International Furniture Expo yang digelar di BSD, Tangerang, pada (5–8/3) lalu.

Adapun pameran kali ini, dibangun di atas riset mendalam terkait sejarah dan tradisi ukir Jepara. TATAH 2026 bahkan dirancang sebagai bagian pertama dari trilogi pameran hingga tahun 2028.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah agenda telah disiapkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung. 

Pada Sabtu (16/5), akan digelar diskusi sekaligus peluncuran buku TATAH, serta galeri tur untuk umum.

Selanjutnya, galeri tur umum juga dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/6) dan Sabtu (4/7). 

Rangkaian kegiatan ini kemudian akan ditutup secara resmi pada Minggu (5/7) sebagai penutup seluruh program pameran.

Selain itu, pengunjung yang disasar dalam pameran ini cukup beragam. 

Anjar melanjutkan, target utama meliputi unsur pemerintah, duta besar negara sahabat, hingga nasabah prioritas bank BUMN.

Tak hanya itu, kalangan kolektor seni, pengusaha, desainer, akademisi, hingga masyarakat umum juga menjadi bagian dari target audiens pameran ini.

Di samping itu, juga turut diundang kolektor seni dari dalam dan luar negeri untuk hadir. 

Momentum ini diharapkan menjadi peluang besar dalam memperluas jejaring, sekaligus membuka jalan. Utamanya bagi penyelenggaraan pameran seni ukir berstandar tinggi secara berkelanjutan.

Sebagai hasil kolaborasi antara Pemkab Jepara, HIMKI Jepara Raya, Rumah Kartini, serta berbagai kurator dan peneliti, Pameran TATAH 2026 diharapkan mampu menjadi tonggak baru dalam menggaungkan kembali keagungan seni ukir Jepara di tingkat nasional hingga internasional.

"Ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memajukan kembali seni ukir dan mebel Jepara," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
pameran tatah 2026 museum nasional Indonesia pusat seni ukir mebel berkualitas seni ukir jepara