JEPARA — Suasana ceria berpadu semangat belajar, tampak dari rombongan anak-anak TK Pertiwi 2 Mijen, Kaliwungu, Kudus.
Mereka melakukan kegiatan napak tilas ke Museum Kartini, dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rabu (15/4).
Rombongan tiba di Monumen Ari-Ari Kartini yang berada di Kecamatan Mayong pada pukul 08.00 WIB.
Semuanya tampak seragam. Mengenakan pakaian adat khas kudus. Udeng dan sarung bagi anak laki-laki, dan kebaya bagi anak perempuan.
Nuansa tersebut menambah elok suasana selama kunjungan. Pasalnya tempat yang dikunjungi merupakan situs yang bersejarah.
Keseragaman itu menambah semarak suasana peringatan tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut, yang biasa diperingati setiap 21 April.
Setelah dari Monumen Ari-Ari Kartini, rombongan beranjak mengunjungi Museum yang berada di Kawasan Alun-alun Jepara I.
Bersambung ke eks Rumah Dinas Bupati Jepara yang kini juga menjadi living museum. Tempat Kartini tumbuh dan berkarya.
Kepala TK Pertiwi 2 Mijen, Siti Aisah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah setiap bulan April. Dilakukan untuk memperingati hari kelahiran RA Kartini.
Menurutnya, napak tilas ini bukan sekadar kunjungan wisata. Tetapi bagian dari rencana pembelajaran yang telah disusun oleh para pendidik.
Anak-anak diajak mengenal sosok Kartini secara langsung, melalui benda-benda bersejarah yang tersimpan di museum.
“Tahun lalu kami memperingatinya dengan kegiatan bertema makanan khas. Tahun ini kami ajak anak-anak berkunjung langsung ke museum agar mereka lebih mengenal perjuangan Kartini,” ungkap Siti Aisah pada Rabu (15/4).
Selain ke Museum Kartini, rombongan yang terdiri dari kelompok A dan B ini, juga biasa mengunjungi sejumlah lokasi edukatif lainnya. Misalnya seperti di Kudus, Museum Kretek serta wisata edukasi Oasis.
Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan anak sejak usia dini.
TK Pertiwi 2 Mijen sendiri merupakan lembaga pendidikan, yang telah berdiri sejak 23 Februari 1978.
Selama puluhan tahun, sekolah ini konsisten menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak didik, melalui berbagai kegiatan kreatif dan kontekstual.
Dalam kegiatan kali ini, para guru juga menyisipkan pesan tentang pentingnya melanjutkan perjuangan Kartini.
Anak-anak dikenalkan nilai-nilai seperti keberanian, kemandirian, serta semangat belajar tanpa batas.
Siti Aisah berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, kreatif, dan tetap membumi.
Nilai-nilai itu sejalan dengan slogan yang diusung sekolah, dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Harapan kami, anak-anak ini kelak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara, serta mampu melanjutkan semangat perjuangan Kartini di zamannya sekarang,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin