HUT ke-477 Jepara, Perluas Lapangan Kerja dan Tuntaskan Infrastruktur

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 12:53 WIB
ANTUSIAS: Para putra daerah dan siswa berprestasi berfoto bersama usai menerima penghargaan dari Bupati Jepara Witiarso Utomo. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Para putra daerah dan siswa berprestasi berfoto bersama usai menerima penghargaan dari Bupati Jepara Witiarso Utomo. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Usia 477 tahun bukanlah sekadar angka bagi Kabupaten Jepara. Tapi jejak panjang perjalanan, dalam upaya membangun daerah.

Upacara Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, berlangsung khidmat di Alun-alun Jepara I, Jumat (10/4). 

Di bawah langit pagi yang cerah, barisan peserta upacara berdiri tegak. Menjadi saksi hidup atas perjalanan sejarah di Kota Ukir ini.

Momentum ini tak hanya menjadi seremoni tahunan. Namun juga menjadi ruang refleksi. Mengajak segenap masyarakat menengok kembali capaian, sekaligus menata langkah ke depan.

Bupati Jepara memimpin langsung jalannya upacara. Setelah rampung, juga diberikan berbagai penghargaan. 

Dalam puncak peringatan ini, juga dihadiri sejumlah tokoh dan Bupati pendahulu, seperti Hendro Martojo dan Ahmad Marzuki, serta jajaran Forkopimda.

Mulai dari apresiasi Inovasi Pelayanan Publik, hingga hadiah lomba roket air dan robotik bagi para siswa.

Tak kalah penting, sebanyak 1.600 nelayan, menerima bantuan asuransi sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kerja di laut. 

Pada saat yang sama, Pemkab Jepara juga meluncurkan sistem e-rusunawa. Yang menjadi inovasi layanan publik, untuk mempermudah pembayaran hunian secara elektronik melalui kerja sama dengan Bank Jateng.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan refleksi dengan optimis. Menurutnya, hari jadi bukan sekadar menghitung usia, melainkan mengingat upaya membangun daerah. Dengan berbagai potensi yang ada.

Tema “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus” menjadi penegas arah pembangunan. 

Kemajuan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Melainkan hasil gotong royong antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan warga.

Menapaki tahun pertama pelaksanaan visi tersebut, sejumlah capaian mulai terlihat. 

Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,91 persen dari sebelumnya 4,22 persen. Angka kemiskinan turun dari kisaran 6 persen menjadi sekitar 5,7 persen. Indeks Pembangunan Manusia pun turut terdongkrak.

Di lain sisi, geliat investasi juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai investasi hampir menyentuh Rp 2 triliun. 

Angka ini bukan sekadar statistik, tapi peluang nyata. Dengan terbukanya lebih dari 36 ribu lapangan kerja bagi masyarakat Jepara.

Sektor unggulan seperti mebel terus didorong sebagai salah satu tulang punggung ekonomi. 

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menata infrastruktur sebagai fondasi utama. 

Jalan sepanjang 421,84 kilometer telah dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Target besarnya, seluruh jalan di Jepara dalam kondisi mulus pada tahun ini.

Tak hanya itu, arah pembangunan tak berhenti pada infrastruktur dasar. 

Pemerintah mulai memusatkan perhatian pada kawasan pariwisata yang memiliki daya ungkit tinggi, seperti Karimunjawa. 

Infrastruktur akan diarahkan untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas kawasan wisata, sebagai investasi jangka panjang menuju 202.

Di balik pembangunan fisik dan ekonomi, wajah budaya Jepara tetap bersinar. 

Pada hari puncak tersebut, prosesi Wilujengan Nagari digelar dengan tumpeng sebanyak 477, sebagai simbol rasa syukur. Doa lintas penghayat dari enam komunitas kepercayaan, juga menjadi penanda kuatnya toleransi yang hidup di tengah masyarakat.

Ditambah dengan pentas wayang dengan tujuh dalang cilik juga mewarnai acara. Menghadirkan harapan, tradisi tidak hanya dijaga, tetapi diwariskan secara aktif. 

Sementara pengajian umum bersama Gus Iqdam juga akan digelar pada Selasa (14/4). 

Perayaan ini pun berlanjut sepanjang April, bersanding dengan peringatan Hari Kartini. Dari lomba membaca surat Kartini, parade inspirasi, hingga konferensi yang menghidupkan kembali pemikiran R.A. Kartin.

Semuanya menjadi bagian dari narasi besar Jepara sebagai daerah yang terus bergerak.

Di usia ke-477 ini, Jepara tidak hanya merayakan masa lalu. Ia sedang menulis masa depan, dengan memperluas lapangan kerja, menuntaskan infrastruktur, dan menjaga denyut budaya agar tetap hidup di setiap generasi.

"Kami berusaha untuk membuat daerah terus tumbuh," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
Hari Jadi Jepara ke-477 hut jepara lapangan pekerjaan Jepara Mulus infrastruktur