JEPARA — Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai dipastikan menghentikan sementara operasional pelayaran, selama kurang lebih tiga pekan.
Penghentian ini dilakukan karena kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut, akan menjalani docking atau perawatan rutin tahunan.
Dijadwalkan mulai Rabu (8/4) hingga estimasi selesai sekitar 20 hari kalender.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Deni Hendarko, menyampaikan pada Selasa (7/4) merupakan pelayaran terakhir dari Karimunjawa-Jepara, sebelum kapal menjalani docking.
Docking merupakan kewajiban rutin dalam dunia pelayaran yang tidak bisa ditunda terlalu lama.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kapal tetap memenuhi standar keselamatan dan kelaikan laut, sebelum kembali beroperasi melayani masyarakat.
Ia menjelaskan, proses docking tidak sekadar perawatan ringan, melainkan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bagian kapal.
Mulai dari mesin utama, sistem kelistrikan, lambung kapal, hingga alat keselamatan akan diperiksa dan diperbaiki bila ditemukan kerusakan atau penurunan fungsi.
“Ini perawatan tahunan yang sifatnya hampir menyeluruh. Mulai dari cek mesin, badan kapal, sampai perlengkapan keselamatan. Semua dicek agar kapal tetap laik laut,” jelasnya pada Selasa (7/4).
Menurut Deni, tujuan utama docking ialah menjaga keselamatan pelayaran, baik bagi penumpang maupun kru kapal.
Selain itu, perawatan ini juga untuk memastikan kelancaran operasional, mencegah potensi kerusakan saat berlayar, serta memperpanjang usia pakai kapal.
Ia menambahkan, perawatan berkala seperti ini justru menjadi langkah pencegahan. Agar tidak terjadi gangguan teknis di tengah perjalanan yang bisa membahayakan segenap penumpang.
Adapun rute pelayaran KMP Siginjai sendiri dari Jepara-Karimunjawa ataupun sebaliknya. Dengan waktu tempuh sekitar empat jam pelayaran laut.
"Kalau tidak dilakukan perawatan, risikonya besar. Bisa terjadi gangguan di tengah laut. Jadi ini langkah preventif agar pelayanan tetap aman dan lancar,” tegasnya.
Selama proses docking berlangsung, KMP Siginjai tidak memiliki kapal pengganti. Membuat layanan penyeberangan kendaraan menggunakan kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) ini untuk sementara dihentikan.
Sebagai solusi sementara, masyarakat masih dapat menggunakan kapal cepat, Express Bahari. Namun hanya dapat dinaiki oleh penumpang, tidak bisa muat barang ataupun kendaraan.
Selain itu, kapal Pelni dari Semarang-Karimunjawa juga masih beroperasi. Dapat dimanfaatkan untuk mobilitas penumpang.
Kendati demikian, Deni mengakui bahwa KMP Siginjai memiliki peran vital, terutama karena mampu mengangkut kendaraan dan barang dalam jumlah besar.
Berbeda dengan kapal cepat yang hanya melayani penumpang, kapal Ro-Ro seperti Siginjai menjadi tulang punggung distribusi logistik ke Karimunjawa.
“Karena ini kapal Ro-Ro bisa angkut barang dan kendaraan. Jadi memang sangat dibutuhkan, terutama untuk logistik masyarakat Karimunjawa,” ujarnya.
Meski akan berdampak pada mobilitas sementara, pihaknya berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut.
Deni berharap, setelah proses perawatan selesai, KMP Siginjai dapat kembali beroperasi dengan performa yang lebih optimal.
Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam memberikan pelayanan yang lebih aman, nyaman, serta andal bagi masyarakat.
Pada Selasa (7/4) siang menjelang sore, sejumlah warga Karimunjawa juga tampak menata sejumlah logistik hingga sembako. Hal itu ditata di dalam kapal milik nelayan.
Mereka terpaksa memilih hal tersebut karena kapal utama telah memasuki masa docking.
“Harapannya setelah docking, kapal bisa beroperasi lebih maksimal. Lebih aman, lebih lancar, dan mendukung keselamatan pelayaran,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin