Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati Sandar di Jepara, Sediakan Layanan Pengobatan Gratis Selama Tiga Hari 

Fikri Thoharudin • Jumat, 3 April 2026 | 16:58 WIB
PEDULI: Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati tiba di Pelabuhan Rakyat Jepara pada Jumat (3/4) siang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
PEDULI: Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati tiba di Pelabuhan Rakyat Jepara pada Jumat (3/4) siang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Suasana Pelabuhan Rakyat Jepara pada Jumat (3/4) siang, tampak berbeda. 

Sebuah kapal merah dengan fasilitas medis lengkap bersandar sekitar pukul 10.30 WIB, disambut jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara. 

Kapal tersebut adalah Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati, yang membawa misi kemanusiaan. Utamanya layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Rumah sakit apung ini bukan kapal biasa. melainkan kapal layanan kesehatan gratis yang diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri pada 10 Juni 2023 lalu. 

LENGKAP: Suasana rumah sakit di dalam kapal. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 
LENGKAP: Suasana rumah sakit di dalam kapal. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

Sejak itu, kapal ini berlayar dari satu wilayah ke wilayah lain, menjangkau masyarakat pesisir dan pulau terpencil yang sulit mengakses layanan kesehatan.

Di Jepara, kapal ini akan membuka layanan selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (4–6/4). Meski demikian, khusus hari Minggu pelayanan difokuskan setengah hari untuk ibu dan anak. 

Salah satu dokter, Michelle Mailangkay, menjelaskan bahwa berbagai layanan kesehatan akan diberikan secara cuma-cuma.

“Kami akan memberikan pengobatan gratis, suplemen gratis untuk bayi usia 0–1 tahun, serta penyuluhan tentang kesehatan masa kehamilan, melahirkan, dan gizi anak,” ujarnya.

Tim medis yang bertugas terdiri dari tujuh orang, yakni dua dokter, tiga perawat, satu bidan, dan satu staf medis. 

Meski jumlahnya terbatas, kapasitas pelayanan cukup besar. Dalam sehari, tim mampu menangani ratusan pasien.

“Kami bisa melayani sekitar 300 orang per hari, tergantung kebutuhan. Tapi kali ini agar efektif 200-an orang per hari,” jelasnya.

Fasilitas di dalam kapal pun terbilang lengkap. Terdapat lima ruang layanan dengan enam tempat tidur.

Bahkan, tersedia ruang operasi dengan dukungan anestesi, meski pelaksanaannya tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat.

Layanan yang diberikan meliputi pengobatan umum, perawatan luka seperti pada penderita diabetes, hingga pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat pesisir seperti nelayan yang rentan mengalami hipertensi maupun gangguan mata akibat paparan sinar matahari dan air laut.

“Kami sering menemukan kasus seperti pterigium, yaitu daging tumbuh di mata karena paparan sinar matahari. Itu perlu penanganan khusus. Perlu dibersihkan seperti katarak,” tambahnya.

Perjalanan RSA Laksamana Malahayati sendiri terbilang panjang. 

Kapal ini telah mengunjungi berbagai wilayah seperti Jakarta, Padang, Agam, pesisir selatan Sumatera, Aceh, Tapanuli Tengah, hingga Kepulauan Mentawai seperti Pulau Siberut dan Sipora. 

Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Bengkulu, Cilegon, hingga Jawa Tengah seperti Kendal dan Semarang sebelum akhirnya tiba di Jepara sebagai titik ke-67. Usai dari sini, kapal dijadwalkan melanjutkan pelayaran ke Tegal, lalu bergerak ke wilayah timur Indonesia hingga Papua. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Jepara, Junarso, menyampaikan bahwa kehadiran kapal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini di bulan April ini.

“Kami ingin mewujudkan kepedulian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Selain itu juga memberikan edukasi agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mencegah sebelum mengobati,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa momentum ini menjadi pengingat akan peran besar perempuan dalam sejarah dan perjuangan bangsa. 

Sosok Laksamana Malahayati dari Aceh di abad ke-16, Ratu Kalinyamat di Jepara, hingga Raden Ajeng Kartini menjadi simbol keberanian perempuan dalam melawan ketidakadilan dan memperjuangkan kesejahteraan.

“Wanita punya peran besar dalam perjuangan kemerdekaan dan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Di momen Hari Kartini ini, kami mengajak perempuan untuk berani tampil dan menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya.

Dengan layanan kesehatan gratis, edukasi, hingga semangat pemberdayaan perempuan, kehadiran RSA Laksamana Malahayati di Jepara bukan sekadar persinggahan kapal. 

Namun menjadi simbol harapan, bahwa akses kesehatan dan kesadaran hidup sehat bisa menjangkau siapa saja, hingga ke tepi-tepi negeri.

“Silakan bagi masyarakat, bisa mengakses layanan kesehatan secara gratis,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#rumah sakit apung jepara #pengobatan gratis jepara #layanan kesehatan gratis #kapal medis indonesia #rsa malahayati jepara