Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Jepara Berebut Ribuan Kupat Lepet di Pantai Kartini

Fikri Thoharudin • Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:55 WIB
SERASI: Tarian kupat lepet dibawakn untuk menghibur masyarakat pada Sabtu (28/3). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
SERASI: Tarian kupat lepet dibawakn untuk menghibur masyarakat pada Sabtu (28/3). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Suasana pagi menjelang siang menghangat, terasa di kawasan Pantai Kartini Jepara. Sepekan pasca Idulfitri tersebut berubah menjadi lautan manusia. 

Warga maupun wisatawan, tumpah ruah di lapangan, menanti satu momen yang selalu dinanti dalam rangkaian tradisi Pesta Lomban: Festival Kupat Lepet.

Tak lama setelah prosesi pelarungan kepala kerbau di tengah laut usai digelar, arus massa mulai bergerak menuju daratan. 

BERHARAP BERKAH: Para warga merebutkan kupat dan lepet. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
BERHARAP BERKAH: Para warga merebutkan kupat dan lepet. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Seolah mengikuti isyarat tak kasat mata, warga berkumpul mengitari area lapangan. Di sanalah, gunungan kupat dan lepet telah disiapkan.

Namun sebelum diperebutkan, tradisi tak dilewatkan begitu saja. 

Ribuan kupat dan lepet terlebih dahulu dikirab, diarak mengelilingi kawasan Pantai Kartini. 

Iring-iringan itu menjadi tontonan sekaligus tuntunan, sebuah pengingat bahwa tradisi bukan sekadar seremonial. Tetapi perjalanan nilai yang diwariskan lintas generasi.

Di tengah kirab, suasana semakin hidup dengan hadirnya kesenian tradisional. 

Tari Kupat Lepet ditampilkan dengan gerakan yang luwes dan penuh simbol. 

Setiap lenggak-lenggok penari seakan merepresentasikan rasa syukur, kebersamaan, dan semangat saling memaafkan yang menjadi ruh perayaan ini.

Wakil Bupati Jepara, M Ibnu Hajar, menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya. 

Ia menyebut, di tengah arus modernisasi, nilai-nilai lokal seperti ini harus tetap hidup dan dirawat bersama.

"Ini upaya untuk melestarikan tradisi," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Ali Hidayat, mengungkapkan jumlah kupat dan lepet yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar 2.000. 

Awalnya, jumlah tersebut disesuaikan dengan angka 1447, merujuk pada penanggalan Hijriah. 

Namun kemudian digenapkan agar semakin banyak masyarakat yang bisa merebutkannya, mencicip rasanya.

“Semula 1447 kupat dan lepet, tapi kami genapkan menjadi 2000 supaya banyak. 1447 merupakan penanggalan Hijriah,” sambungnya.

Ketika doa telah dipanjatkan, suasana pun berubah drastis. Aba-aba seakan tak diperlukan. 

Warga serentak bergerak, berlari, dan saling berebut kupat serta lepet. Tawa, sorak, dan riuh rendah menyatu dalam satu peristiwa yang sulit dijelaskan. Antara kegembiraan dan harapan akan keberkahan.

Di balik hiruk-pikuk itu, kupat dan lepet bukan sekadar makanan. 

Dalam filosofi Jawa, kupat dimaknai sebagai “ngaku lepat” atau pengakuan atas kesalahan. 

Sementara lepet berarti “silep ingkang rapet” yang artinya menyimpan atau menutup kesalahan dengan rapat. 

Keduanya menjadi simbol kesucian hati dan keikhlasan untuk saling memaafkan.

Tradisi ini pun menjelma lebih dari sekadar pesta rakyat. 

Ia adalah ruang perjumpaan, bagi sesama manusia. Diikat dan disatukan oleh satu simpul tradisi yang terus dipegang. 

Menurutnya, memaafkan adalah sebuah hal yang berat. Terlebih upaya meminta maaf.

Untuk itu bagi orang Jawa khususnya, mengemas dengan satu hal yang praktis dapat diterima secara luas. Dengan bahasa yang universal, yakni makanan. Berupa kupat dan lepet.

"Semoga tahun depan dapat lebih meriah, sehingga ini juga menjadi satu daya tarik wisata tersendiri," pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#wisata budaya Jepara #lomban 2026 jepara #kupat lepet Jepara #tradisi Lomban Jepara #rebutan kupat lepet #kirab kupat Jepara #tradisi Idul Fitri Jawa #makna kupat lepet #Tari Kupat Lepet #festival rakyat Jepara #tradisi pesisir Jepara #event Pantai Kartini #Budaya Jepara #pantai kartini jepara #larung kepala kerbau