Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Belasan WNA Keblondrok Beli Tiket Kapal Fiktif, Gagal Berangkat ke Karimunjawa 

Fikri Thoharudin • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:56 WIB
JADWAL PENUH: Kapal Express Bahari tengah bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Jepara pada Selasa (17/3) pagi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
JADWAL PENUH: Kapal Express Bahari tengah bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Jepara pada Selasa (17/3) pagi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Praktik penjualan tiket kapal secara ilegal melalui website atau aplikasi daring, meresahkan wisatawan yang hendak menyeberang ke Karimunjawa. 

Belasan wisatawan mancanegara (WNA) disebutkan menjadi korban penipuan tiket fiktif kapal rute Jepara–Karimunjawa, utamanya dalam momen lebaran kali ini.

Manajer Kapal Express Bahari, Jefri Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya beberapa kali menemukan kasus wisatawan yang membeli tiket dari aplikasi tidak resmi. 

Mayoritas korban merupakan WNA yang belum memahami sistem pembelian tiket resmi.

“Rata-rata WNA yang belum tahu, mereka beli dari aplikasi itu. Padahal bukan aplikasi resmi,” ujarnya pada Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, para wisatawan tersebut melakukan pembayaran sekitar Rp 150 ribu per tiket. Melalui aplikasi yang diduga tidak terafiliasi dengan operator resmi. Melainkan fiktif. Bodong.

Kasus terbaru terjadi pada H-1 lebaran, pada Jumat (18/3). Setidaknya terdapat 12 WNA diketahui membeli tiket palsu.

Akibatnya, para wisatawan tersebut tidak dapat berangkat menyeberang, karena nama mereka tidak terdaftar dalam sistem resmi manifest penumpang. Baik kapal cepat Express Bahari ataupun Feri KMP Siginjai.

Hal ini membuat keberangkatan mereka tertunda.

“Total ada 12 tiket yang scam. Mereka (Wisatawan mancanegara, red) akhirnya tidak bisa berangkat karena tidak terdata di kapal kami,” jelasnya.

Pihak operator kapal sebenarnya berupaya membantu dengan mengakomodasi penumpang, apabila masih tersedia kursi kosong. 

Namun, pada periode padat seperti lebaran, kapasitas kapal sudah penuh. Bahkan hingga Minggu (29/3) mendatang.

Jefri menambahkan, kasus ini telah dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti. 

Ia berharap aplikasi atau website yang diduga ilegal tersebut dapat segera diblokir, agar tidak merugikan wisatawan dan mencoreng citra pariwisata Karimunjawa.

“Kami sudah sampaikan ke pihak berwenang. Harapannya bisa diproses, apakah diblokir atau bagaimana, supaya tidak menimbulkan kerugian kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Deni Hendarko, membenarkan adanya informasi wisatawan yang tertipu tiket kapal dari pemesanan daring. 

Menurutnya, para korban mengaku telah memesan tiket secara online untuk perjalanan ke Karimunjawa.

“Mereka informasinya memesan tiket lewat online, katanya mau ke Karimunjawa. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena kapalnya bukan kapal Express Bahari maupun KMP Siginjai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk. Informasi kasus tersebut baru diketahui saat wisatawan tiba di pelabuhan dan tidak menemukan kapal yang dimaksud.

“Belum ada laporan resmi. Tahunya saat di pelabuhan, ternyata kapalnya tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan kanal pengaduan bagi masyarakat maupun wisatawan yang mengalami kendala, baik melalui posko di pelabuhan maupun layanan aduan Pemerintah Daerah.

“Kalau ada laporan, bisa disampaikan melalui kanal aduan. Kami juga sudah koordinasi dengan Diskominfo agar dapat disampaikan kepada kementerian terkait untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Deni juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran tiket murah dari aplikasi yang tidak jelas legalitasnya, serta memastikan pembelian tiket dilakukan melalui jalur resmi.

Di sisi lain, pihak operator memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan optimal. 

Sementara itu, secara umum kondisi kunjungan wisatawan ke Karimunjawa masih terpantau aman dan kondusif. 

Namun, munculnya aplikasi seperti 12GO yang diduga menjadi sumber penipuan, menjadi perhatian serius agar tidak mengganggu sektor pariwisata daerah.

Dengan meningkatnya minat wisatawan ke Karimunjawa, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap praktik penipuan digital. Serta dapat menggunakan layanan resmi demi keamanan serta kenyamanan perjalanan.

Deni menyebut, untuk transportasi laut masyarakat maupun wisatawan dapat membeli tiket melalui Express Bahari Mobile (untuk kapal cepat). Serta Ferizy (untuk kapal feri atau KMP Siginjai).(fik)

Editor : Admin
#tiket palsu Karimunjawa #penipuan tiket kapal #gagal berangkat Karimunjawa #tiket kapal tidak valid #penumpang tertipu tiket #modus penipuan travel #tiket online bodong #penipuan wisata Karimunjawa #tiket kapal palsu Jepara #travel abal-abal Karimunjawa #penumpang terlantar pelabuhan #tiket feri tidak resmi #kasus penipuan tiket wisata