Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lomban 2026: Wayangan, Kirab dan Larung Kepala Kerbau, serta 1447 Kupat Lepet

Fikri Thoharudin • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:47 WIB
MERIAH: Prosesi pelarungan kepala kerbau pada Pesta Lomban 2025 lalu. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
MERIAH: Prosesi pelarungan kepala kerbau pada Pesta Lomban 2025 lalu. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Pesta Lomban 2026 di depan mata. Acara tahunan ini akan kembali digelar meriah. Menyatukan budaya, doa, dan kebersamaan, dalam satu rangkaian panjang yang penuh makna.

Rangkaian acara akan dimulai pada Jumat (27/3) pagi. Dengan prosesi kirab kerbau pada pukul 06.00, dari TPI Ujungbatu menuju RPH Jobokuto. 

Setibanya di RPH Jobokuto, prosesi berlanjut dengan penyembelihan kerbau pada pukul 06.30 hingga 08.00. 

Momentum ini bukan sekadar prosesi. Melainkan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Jepara, yang memaknai laut sebagai sumber kehidupan yang patut disyukuri.

Malam harinya, suasana akan dibuat hangat, menjadi lebih khidmat. Pagelaran wayang kulit digelar semalam suntuk dengan lakon Wahyu Sandang Pangan, dibawakan oleh dalang Ki Danar Yogi Iswara. 

Iringan gamelan akan mengalun lembut menemani warga, yang hadir dan larut dalam kisah penuh filosofi tentang kesejahteraan dan kecukupan hidup.

Puncak acara berlangsung pada Sabtu (28/3). Sejak pagi buta, masyarakat biasanya akan kembali memadati kawasan TPI Ujungbatu. 

Kirab budaya pelarungan kepala kerbau dimulai. Bergerak menuju Pantai Kartini. 

Suasana kian semarak dengan hadirnya pelarungan kepala kerbau yang menjadi daya tarik tersendiri. 

Ratusan kapal akan turut mengiringi prosesi ini. Ribuan mata akan tertuju dalam satu landskap. Hubungan baik masyarakat pesisir dengan lautnya. Pelarungan dijadikan sebagai simbol, serta ungkapan rasa syukur.

Pelarungan dilakukan di tengah laut sekitar pukul 06.00 hingga 08.00. Seiring dengan hal tersebut, doa-doa juga dipanjatkan.

Memohon keselamatan bagi para pencari nafkah di lautan. 

Di saat yang sama, pagelaran wayang kulit kembali digelar di TPI Ujungbatu dengan lakon Dewa Ruci, oleh dalang Ki Muntohar. 

Kisah spiritual ini menjadi penyeimbang, mengajak masyarakat merenungi perjalanan batin di tengah kemeriahan tradisi.

Usai pelarungan, kemeriahan berlanjut di Pantai Kartini. Festival kupat lepet menjadi magnet tersendiri. 

Gunungan yang berisi sebanyak 1.447 kupat dan lepet disiapkan, disusun rapi, lalu diperebutkan secara gratis oleh masyarakat. Warga percaya, bisa mendapatkan barang secuil gunungan tersebut bisa menjadi lantaran berkah.

Tak hanya itu, panggung hiburan turut memeriahkan suasana. 

Pentas musik dan seni tradisional digelar, disertai pameran produk kopi khas Jepara, yang menggoda para pengunjung untuk singgah dan menikmati cita rasa lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Ali Hidayat, mengajak seluruh masyarakat untuk turut meramaikan rangkaian acara tersebut. 

Ia berharap tradisi Lomban tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

“Diharapkan seluruh masyarakat berbondong-bondong menghadiri kegiatan ini, mulai dari kirab kerbau, wayangan, larungan di TPI Ujungbatu hingga festival kupat lepet di Pantai Kartini. Mohon doa restunya agar semua berjalan selamat, lancar, damai, sukses, dan menyenangkan. Semoga tahun depan pun bisa lebih baik lagi,” terangnya pada Rabu (25/3).

Menurutnya, lebih dari sekadar pesta, Lomban ialah cermin identitas. 

Ia hidup dari ingatan kolektif, dirawat oleh kebersamaan, dan diwariskan dengan harapan. Bahwa tradisi ini akan terus berlayar, melintasi zaman.

"Ini menjadi kekayaan kultural sendiri bagi Jepara. Sebagai salah satu budaya dan kebanggaan daerah," pungkasnya.(fik)

 

Editor : Admin
#Lomban Jepara #Larung Kerbau #Kupat Lepet #Tradisi Pesisir #Event Jepara #pantai kartini #kirab budaya #wayang kulit #wisata budaya #sedekah laut