Setelah itu, dibacakan surat keputusan kepengurusan baru, sebelum prosesi pelantikan resmi digelar untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Baca Juga: Sejumlah Warung di Pantai Karangkebagusan Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta
Pengurus YAPTINU Jepara periode 2026–2031 dipimpin oleh Prof. Dr. H. Shodiq Abdullah, M.Ag. sebagai Ketua Umum. Didampingi Drs. H. Ahmad Mustofa, M.Si. sebagai Sekretaris, dan H. Subiyanto, S.E. sebagai Bendahara.
Dalam menjalankan organisasi, terdapat lima bidang utama, yakni Bidang Sumber Daya Manusia yang diketuai Drs. H. Ahmad Rif’an, M.Ag., Bidang Prasarana dan Pembangunan oleh H. Fathur Rofiq, S.E., M.M., Bidang Pengembangan Usaha oleh Drs. H. Umardani, M.M., Bidang Hukum dan Peraturan oleh Dr. H. Mashudi, M.Ag., serta Bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat yang dipimpin H. Abdul Kohar, S.Sos.I., masing-masing dibantu beberapa anggota.
Sementara itu, Pengawas YAPTINU Jepara periode yang sama diketuai Prof. Dr. H. Fathul Mufid, M.S.I., dengan Muhammad Taqiyyuddin, S.T., M.Ec.Dev. sebagai sekretaris, serta tiga orang anggota yang turut mendukung fungsi pengawasan organisasi.
Ketua Pembina YAPTINU Jepara, Noor Cholish, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru memikul amanah besar.
Ia menyebut, YAPTINU tidak sekadar mengelola lembaga pendidikan, tetapi juga mengemban misi membentuk manusia yang utuh, berilmu, berakhlak, dan bertakwa.
Baca Juga: Rencana Rusun Pulodarat Jepara Masih Menunggu Persetujuan Pusat, Lahan Sudah Disiapkan
“Antara iman dan ilmu harus berjalan beriringan. Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya karakter dan kepedulian terhadap umat,” ujarnya.
Menurutnya, Unisnu Jepara sebagai bagian dari YAPTINU dituntut terus berkembang.
Bukan hanya menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, tetapi juga membangun institusi yang kokoh secara nilai dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Ia juga menyinggung peran kampus sebagai benteng moral. Harapannya, Unisnu mampu melahirkan generasi intelektual yang tetap rendah hati serta berpegang pada nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Selain pendidikan, YAPTINU juga mengembangkan layanan kesehatan. Melalui Klinik YAI Medika yang telah terakreditasi paripurna dan kini telah memiliki setidaknya delapan ribuan pasien BPJS.
Menurutnya hal tersebut dapat dikembangkan menjadi rumah sakit Islam, dan menjadi fasilitas pendukung pembukaan dan penyelenggaraan prodi-prodi bidang kesehatan di UNISNU Jepara.
“Pengurus punya peran strategis. Mulai dari penguatan SDM, peningkatan mutu akademik, hingga memperluas kerja sama. Semua itu butuh kerja keras, kerja cerdas, dan tentu saja keikhlasan,” tambahnya.
Ia tak menampik, tantangan ke depan tidak ringan. Persaingan dunia pendidikan semakin ketat dan perubahan terjadi sangat cepat.
Namun pihaknya optimistis, dengan sinergi antara pengurus, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan, YAPTINU bisa terus berkembang menjadi lembaga yang kuat dan mandiri.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Samiadji, yang hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo turut menyampaikan apresiasi. Ia mengucapkan selamat kepada para pengurus dan pengawas yang baru dilantik.
Menurutnya, YAPTINU dan Unisnu Jepara selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Unisnu bukan hanya tempat kuliah, tapi juga ruang lahirnya para pembelajar dan calon pemimpin di masyarakat. Perannya sangat penting untuk mendukung pembangunan Jepara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan seperti YAPTINU perlu terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Pelantikan ini pun menjadi titik awal baru bagi YAPTINU Jepara untuk melangkah lebih jauh. Menguatkan peran di bidang pendidikan dan kesehatan, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan pengabdian kepada masyarakat.(fik/war)
Editor : Admin