Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kerahkan Tujuh Armada, Pemadaman PT Chengqi yang Terbakar Butuh Tiga Jam, Begini Kronologinya

Fikri Thoharudin • Kamis, 12 Maret 2026 | 03:07 WIB

PENDINGINAN: Pukul 23.00 api yang melalap PT Chengqi berhasil dipadamkan.
PENDINGINAN: Pukul 23.00 api yang melalap PT Chengqi berhasil dipadamkan.

JEPARA — Kobaran api yang melalap pabrik PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, akhirnya berhasil dipadamkan.

Butuh tiga jam agar api jinak. Serta satu jam berikutnya untuk proses pendinginan.

Insiden pada Rabu (11/3) malam tersebut bukan kali pertama terjadi. Bedanya, kali ini tidak ada korban jiwa.

Pasalnya, pada Sabtu (17/1) juga telah terjadi kebakaran di pabrik yang sama. Sebelumnya dua pekerja pun meninggal dunia, usai dirawat secara intens selama satu hingga dua pekan di rumah sakit.

Hingga hampir pukul 23.30, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan. Untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara Edy Marwoto menjelaskan, laporan kebakaran pertama kali diterima pada pukul 20.01.

Tak lama setelah itu, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Laporan kami terima pukul 20.01, kemudian petugas sampai di lokasi sekitar pukul 20.15. Saat tiba, kondisi bangunan sudah terbakar,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Sejumlah armada langsung dikerahkan. Berupaya memadamkan api.

Total ada tujuh kendaraan yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran tersebut.

Rinciannya, lima unit berasal dari Damkar Kabupaten Jepara, satu unit dari PT ALS, serta satu armada water supply dari PT HWI.

Selama tiga jam tersebut, petugas berjibaku memadamkan api yang cepat membesar

Karena material di dalam bangunan mudah terbakar.

Beruntung, lokasi kejadian dekat sungai. Sehingga supply air dapat dilakukan dengan cepat.

Menurut Edy, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.00.

Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan agar bara api benar-benar padam.

“Hingga pukul 23.00 api sudah bisa dipadamkan. Saat ini tinggal proses pendinginan, kira-kira satu jam ke depan agar benar-benar merata (padam)," jelasnya.

Meskipun dekat dengam sumber api, proses pemadaman sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Akses menuju titik api cukup sulit. Karena bangunan pabrik memiliki sekat tembok yang cukup tinggi. Sekitar tujuh meter.

Menurut Edy, titik api berada di bagian depan bangunan.

Namun petugas tidak dapat langsung masuk melalui jalur tersebut. Sehingga harus memutar melalui bagian belakang pabrik.

“Kendalanya waktu pemadaman, lingkungan pabrik yang temboknya tinggi. Mau masuk lewat depan tidak bisa, sementara titik api dari depan. Jadi petugas harus lewat belakang,” katanya.

Kondisi di belakang bangunan juga tidak sepenuhnya mudah dilalui.

Sebab masih terdapat aktivitas rekonstruksi. Hal ini berkaitan dengan proses perbaikan pascakebakaran yang sebelumnya pernah terjadi di pabrik yang sama, tepatnya pada 17 Januari lalu.

“Di belakang kebetulan sedang ada konstruksi karena sebelumnya juga sempat terbakar dan sedang dalam proses rekonstruksi,” imbuhnya.

Berdasarkan inventarisasi sementara, area yang terdampak kebakaran meliputi sebagian ruang produksi dan sebagian kantor administrasi.

Luas bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 45 x 60 meter.

Meski demikian, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan.

Pihak Damkar akan melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan, untuk menghitung total kerusakan yang terjadi.

“Kami belum bisa menaksir kerugian. Nanti akan bertemu dengan pihak manajemen untuk melakukan kalkulasi,” ujar Edy.

Tujuh armada sukses meluluhkan api. Sedangkan petugas dari PLN maupun penyedia jaringan Wi-Fi masih berupaya menyambung jaringan yang turut terdampak.(fik)

Editor : Zainal Abidin RK
#kebakaran #jepara #damkar #PT Chengqi Industrial Indonesia kebakaran #pabrik