Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Konflik Internal Buat Operasional SPPG Mulyoharjo Jepara Mandek, Ketidaksesuaian Bahan Baku Diduga jadi Pemicu

Fikri Thoharudin • Senin, 9 Maret 2026 | 13:27 WIB

Ilustrasi dapur SPPG berhenti sementara
Ilustrasi dapur SPPG berhenti sementara

JEPARA — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara dilaporkan berhenti sementara. Pemicunya karena konflik internal.

Diduga, suplai bahan baku yang dilakukan mitra tidak sesuai dengan permintaan pihak yayasan. 

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara, Musthofa Wildan, membenarkan peristiwa tersebut.

Penghentian kegiatan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, diduga dipicu adanya ketidaksinkronan. Antara pihak mitra penyedia dengan yayasan.

SPPG Mulyoharjo sendiri berada di bawah naungan Yayasan Pelita Saka Nusantara (PSN). 

“Opersional baru sekitar satu bulan,” ungkapnya pada Senin (9/3).

Dapur ini sebelumnya melayani 1.074 penerima manfaat. Baik dari kalangan pelajar maupun Bumil, Busui, Balita (B3).

Wildan menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait persoalan tersebut. “Saat ini tengah melakukan pendalaman,” ucapnya.

Dugaan awal menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara yayasan pengelola, dengan mitra yang bertugas menyediakan bahan baku pangan.

Bahkan, dalam laporan yang diterimanya, kepala SPPG disebut tidak diperkenankan masuk ke area dapur. 

Kunci dapur disebut berada di pihak mitra, yang selama ini berperan sebagai penyedia bahan baku, untuk kebutuhan dapur MBG di Mulyoharjo.

Selain itu, terdapat catatan dari tenaga ahli gizi dan akuntan yang menilai, bahan pangan yang diterima tidak sepenuhnya sesuai dengan standar. Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam program tersebut.

“Kejadian (pemberhentian sepihak operasional dapur) tersebut tidak dibenarkan. Jelas itu salah. Pemberhentian harus melalui BGN pusat, kami masih menyelidiki dan dalami. Apa yang menyebabkan pemberhentian operasional tersebut,” jelasnya.

Wildan menambahkan, pihaknya tengah melakukan kunjungan langsung ke lokasi SPPG Mulyoharjo.

Untuk melakukan mediasi antara kedua pihak, serta mendalami penyebab utama penghentian operasional tersebut.

Sementara itu, dalam pemberitahuan yang disampaikan kepada pihak sekolah, dapur SPPG Mulyoharjo menyatakan operasional dihentikan sementara mulai Senin (9/3). 

Akibatnya, distribusi paket MBG ke sejumlah sekolah untuk sementara waktu tidak dapat dilaksanakan. Hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

BGN disebut akan mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang bermasalah. 

Termasuk menghentikan sementara operasionalnya, apabila ditemukan persoalan serius seperti konflik pengelolaan maupun kualitas pangan. 

Langkah tersebut disebut, dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh. Supaya program pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat tetap berjalan sesuai standar.

“Belum kami dalami secara penuh, masih proses,” tandasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#SPPG #jepara #Makan Bergisi Gratis #Mbg #berhenti operasi #Dapur