Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

1.700 Guru Jepara Belajar “How Great to be a Teacher”, Dorong Jadi Inspirator dan Teacherpreneur

M. Khoirul Anwar • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:19 WIB

SEMANGAT: Pengisi materi di hadapan ribuan guru Jepara.
SEMANGAT: Pengisi materi di hadapan ribuan guru Jepara.

JEPARA — Sebanyak 1.700 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jepara mengikuti Seminar Nasional bertajuk How Great to be a Teacher. Kegiatan ini menekankan pentingnya perubahan pola pikir guru agar tidak hanya sekadar mengajar, tetapi mampu menginspirasi dan berdaya secara profesional maupun ekonomi.

Seminar tersebut dibuka oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili Staf Ahli Bupati, Samiadji. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara Akhsan Muhyiddin serta Ketua DPD KNPI Jepara Bobby Alfianto.

Ketua DPD KNPI Jepara Bobby Alfianto menyampaikan bahwa keterlibatan KNPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan berjenjang terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jepara.
Menurutnya, para guru perlu terus memperluas wawasan dan melakukan inovasi pendidikan, termasuk mengenal konsep teacherpreneur atau guru yang memiliki kemandirian dan kreativitas dalam mengembangkan potensi diri.

“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu guru juga perlu terus melakukan upgrade kapasitas agar mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran,” ujar Bobby.

Ia menambahkan, KNPI Jepara mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut karena menjadi ruang penguatan kapasitas guru sekaligus wadah berbagi gagasan mengenai inovasi pendidikan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara Akhsan Muhyiddin menyambut baik terselenggaranya seminar nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bekal wawasan yang penting bagi para guru untuk terus berkembang mengikuti dinamika pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seminar seperti ini memberikan bekal wawasan bagi para guru agar terus meningkatkan kualitas diri, sehingga mampu memberikan pembelajaran yang lebih inspiratif bagi peserta didik,” ujarnya.

Pelaksana kegiatan sekaligus Pembina Teacherpreneur Nusantara Jawa Tengah, Slamet Nuridan, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan menyadarkan para guru akan pentingnya peran mereka dalam mendidik generasi bangsa.

Menurutnya, guru merupakan pilar penting negara dalam membentuk karakter generasi muda yang saat ini didominasi oleh generasi Z dan generasi Alpha.

“Guru adalah pilar negara dalam mendidik generasi bangsa. Karena itu ketika mendidik harus great, mampu menginspirasi, serta memahami teknik mengajar yang menyenangkan sesuai dengan kondisi siswa agar mereka semangat belajar,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir guru agar tidak terjebak pada fixed mindset.
Selain mengajar, guru diharapkan memiliki semangat untuk mengembangkan potensi lain, termasuk dalam bidang kewirausahaan.

“Guru jangan hanya fokus mengajar saja. Perlu juga memiliki semangat berwirausaha dan mengembangkan potensi diri, sehingga bisa menjadi teladan bagi siswa dalam menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Sesi akhir dari Speaker Teacherpreneur Nusantara Jawa Tengah, Syafi’i Efendi, menekankan pentingnya perubahan mindset guru dalam menghadapi tantangan profesi di era saat ini.
Menurutnya, ada dua aspek penting yang perlu diperkuat oleh guru, yakni kemampuan mengajar dan kemampuan finansial.

“Kita tahu banyak guru honorer yang pendapatannya masih di bawah rata-rata. Karena itu kita ingin mengajak guru mengubah mindset, tidak hanya membedakan kebutuhan dan keinginan, tetapi juga melihat potensi pendapatan lain dari lingkungan terdekat,” jelasnya.

Ia mendorong para guru untuk memanfaatkan kemampuan yang dimiliki sebagai peluang pengembangan diri, sehingga tidak hanya bergantung pada gaji sebagai tenaga pendidik.

“Guru harus berdaya. Potensi yang dimiliki bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan tambahan tanpa meninggalkan peran utama sebagai pendidik,” tambahnya.

Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi para guru bahwa menjadi pendidik tidak sekadar menyampaikan materi di kelas. Lebih dari itu, guru diharapkan mampu menjadi inspirator bagi peserta didik sekaligus pribadi yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #interprenuership #knpi #guru #seminar