JEPARA — Sebuah rumah adat Joglo Pencu khas Kudus, berukuran kurang lebih 14 x 16 meter di Dusun 1, Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, ludes dilalap api pada Rabu (4/3) siang.
Bangunan berbahan kayu jati kuno tersebut hangus tak tersisa.
Setelah api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah.
Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Saat laporan masuk, kondisi api disebut sudah cukup besar.
Tiga armada pemadam didatangkan. Dua unit dari Mako, serta satu unit dari Pos Kalinyamatan.
Kapolsek Nalumsari, AKP Agus Umar, menjelaskan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian diteruskan kepada Damkar Jepara.
Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membakar hampir seluruh bangunan.
“Bangunan terbuat dari kayu jati kuno. Di dalamnya terdapat kasur busa, sehingga api cepat sekali membesar,” jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, joglo tersebut merupakan milik Petinggi Gemiring Lor, Aris Muranto, yang saat ini dikontrakkan kepada pihak lain.
Bangunan itu diketahui difungsikan sebagai tempat penyimpanan kasur busa. Material itulah yang diduga menjadi salah satu faktor api cepat menjalar.
Kapolsek menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bangunan dalam keadaan kosong saat kejadian.
Namun kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 2 miliar, mengingat nilai bangunan sebagai rumah adat serta isi di dalamnya.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih meminta keterangan dari sejumlah saksi,” sebutnya.
Warga setempat, Riko (25), mengaku pertama kali melihat api muncul dari sisi kiri bangunan.
Awalnya, kobaran api terlihat kecil, namun dalam waktu singkat berubah menjadi besar.
“Saya tahunya sudah mbulat-mbulat (membesar) apinya. Awalnya kecil di sebelah kiri,” ujarnya.
Terik matahari dan angin juga dinilai mempercepat rambatan api.
Material kayu kering, khas rumah adat Kudus jenis Joglo Pencu itu membuat bangunan mudah terbakar.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar.
Sebelumnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB.
Meski demikian, proses pendinginan masih terus dilakukan karena material kayu dan kasur busa yang terbakar masih mengeluarkan asap dan berpotensi memicu api kembali.
Hingga hampir pukul 16.00, petugas berjibaku di lokasi kejadian.
Dalam proses pemadaman, petugas juga mencampurkan detergen ke dalam air untuk membantu mempercepat penanganan.
Khususnya pada bagian yang terbakar kasur busa, agar bara api benar-benar padam.(fik)
Editor : Ali Mustofa