Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Peduli Sampah Nasional di Pantai Bandengan, Bupati Jepara Dorong Pengelolaan Sampah 100 Ton per Hari demi Lingkungan Lebih Bersih

M. Khoirul Anwar • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:57 WIB

Photo
Photo

JEPARA - Pantai Bandengan, Kecamatan Jepara, Senin (24/2/2026), menjadi saksi semangat ratusan warga dan pejabat daerah dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Di kawasan wisata andalan Jepara itu, Bupati Jepara Witiarso  Utomo mengajak masyarakat mengubah kebiasaan mengelola sampah dari rumah.

Gerakan ini diharapkan mampu menekan pencemaran laut dan mencegah banjir di wilayah pesisir. Warga pun diajak ikut ambil peran demi lingkungan yang lebih sehat.

Perubahan Dimulai dari Rumah Tangga

Peringatan HPSN 2026 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jepara diawali dengan apel bersama, dilanjutkan aksi bersih pantai dan penanaman pohon.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam Gerakan Indonesia ASRI.

Dalam sambutannya, Bupati Jepara memaparkan kondisi pengelolaan sampah di daerahnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Jepara sepanjang 2025 mencapai 168.085 ton per tahun, naik 6,44 persen dibanding tahun sebelumnya.

Rinciannya:

Sampah terkelola: 54,76 persen

Belum tertangani: 45,24 persen

Setara lebih dari 76 ribu ton per tahun

“Artinya hampir separuh sampah kita masih berpotensi mencemari tanah, sungai, dan laut. Kalau tidak kita tangani bersama, dampaknya bisa ke mana-mana,” tegas Bupati.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemkab telah membangun 14 unit TPS3R selama 2023–2024.

Kapasitas pengolahan kompos dan daur ulang juga ditingkatkan hingga lebih dari 28 ribu ton per tahun.

Mulai 2026, Jepara juga akan mendapat dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas 100 ton per hari sebagai hibah dari Kementerian PUPR.

Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi residu di TPA secara signifikan.

Selain itu, pemkab juga menjajaki kerja sama dengan investor pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

Meski begitu, Bupati menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup. Perubahan perilaku warga menjadi kunci utama.

“Kuncinya ada di rumah masing-masing. Kalau dari awal sudah dipilah, urusan di belakang jadi lebih mudah,” ujarnya.

Melalui momentum HPSN, pemerintah mengajak sekolah memperkuat edukasi lingkungan, desa dan kelurahan mengaktifkan bank sampah, serta dunia usaha lebih bertanggung jawab pada kemasan produk.

Warga juga diminta mengurangi plastik sekali pakai dan memanfaatkan sampah yang masih bernilai.

Usai kegiatan lapangan, Bupati dan Forkopimda mengikuti Zoom Meeting dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah sebagai bentuk sinergi pelaporan.

Ayo Mulai dari Rumah!

Langkah Sederhana Warga Jepara:

Pilah sampah organik & anorganik

Kurangi plastik sekali pakai

Setor ke bank sampah terdekat

Manfaatkan kompos untuk tanaman

 

 

Editor : Ali Mustofa
#Bandengan #jepara #bupati jepara #witiarso utomo #bersih #sampah #pantai