JEPARA — Menjelang Idulfitri, area Makam Ratu Kalinyamat di kompleks Masjid dan Makam Sultan Hadlirin Mantingan dilakukan pembersihan. Khususnya yang berada di ring satu (inti).
Juru Pelihara (Jupel) setempat, Amin, menyampaikan bahwa perawatan kawasan makam dilakukan secara rutin, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Pembersihan intensif kali ini dimulai sejak Sabtu (21/2) pagi.
“Seperti ini, sudah berlumut jadi dibersihkan. Kendalanya memang kalau musim hujan, seminggu dibersihkan sudah mulai tumbuh lagi,” ungkapnya.
Pembersihan menyasar rumput-rumput liar serta lumut yang menempel di area gapura dan tembok makam.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keawetan pagar dan bangunan di area kompleks makam, yang menjadi salah satu situs bersejarah di Jepara.
Menurut Amin, kegiatan pembersihan kali ini dilakukan oleh Yayasan Masjid dan Makam Sultan Hadlirin Mantingan.
Selain itu, perawatan juga terkadang dilakukan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah dan DIY, meski tidak rutin setiap tahun.
“Namun dari BPK itu tidak mesti, bisa lima tahunan,” jelasnya.
Ia menambahkan, perawatan harian seperti menyapu area masjid dilakukan setiap hari.
Sementara untuk pembersihan pagar dan tembok makam dilakukan secara kondisional, terutama saat jumlah peziarah sedang tidak terlalu ramai.
“Kalau ramai ndak mungkin dibersihkan (mengganggu peziarah, red),”katanya.
Kompleks makam tersebut diketahui ramai diziarahi pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Hijriah, seperti Syaban, Muharram, Rajab, dan Syawal—terutama oleh para perantau yang pulang kampung.
Rata-rata kunjungan bisa mencapai sekitar 4.000 orang per hari pada momen ramai.
Tak hanya peziarah domestik, kunjungan juga datang dari wisatawan mancanegara, termasuk dari Belanda, yang tertarik pada tinggalan sejarah, arsitektur bangunan, dan makam tokoh berpengaruh tersebut.
Selain sebagai destinasi ziarah, masjid di kompleks itu juga aktif dengan berbagai kegiatan keagamaan.
Di antaranya pengajian selapanan setiap malam Ahad Wage bakda Magrib, kegiatan barzanji ataupun mauludan setiap malam Kamis, serta peringatan Haul Sultan Hadlirin setiap 12 Rabiul Awal.
“Sebentar lagi, peringatan hari jadi Kabupaten Jepara. Buka luwur pada April mendatang,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya