JEPARA - Setahun kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar membawa perubahan nyata di Kabupaten Jepara. Dari jalan mulus, ekonomi tumbuh, hingga layanan publik yang makin cepat, berbagai indikator menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Setahun memimpin Kabupaten Jepara, duet Witiarso Utomo–Muhammad Ibnu Hajar mencatat sejumlah capaian strategis dalam pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,22 persen pada 2024 menjadi 5,91 persen pada 2025. Angka kemiskinan turut menurun dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen.
Perbaikan indikator tersebut diperkuat dengan penguatan fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan efisiensi belanja sebesar Rp41,34 miliar yang dialihkan ke sektor prioritas, seperti infrastruktur jalan, irigasi, serta gedung pelayanan publik.
“Pada tahun pertama, kami fokus mempercepat pelayanan dasar dan memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Mas Wiwit saat menyampaikan evaluasi kinerja di Pendopo Kartini Jepara, Rabu (18/2/2026).
Ekonomi Menguat, Investasi Tumbuh
Dari sisi ekonomi, realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1,995 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 36.550 orang. Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 3,34 persen menjadi 3,30 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 74,32 menjadi 74,90. Sementara PDRB per kapita naik dari Rp32,9 juta menjadi Rp33,93 juta.
Capaian ini dinilai sebagai sinyal menguatnya daya saing ekonomi daerah di tengah tantangan nasional dan global.
Infrastruktur Dikebut, Jalan Jadi Prioritas
Seiring membaiknya kapasitas fiskal, pembangunan infrastruktur dipercepat. Pada 2025, anggaran Rp139,6 miliar dialokasikan untuk penanganan jalan.
Sepanjang tahun, 421,84 kilometer jalan ditangani di 146 ruas, terdiri atas:
355 kilometer pemeliharaan
66,84 kilometer peningkatan kualitas
“Untuk menjaga kesinambungan, pada 2026 kami siapkan Rp197,16 miliar guna menangani 185 kilometer jalan di 116 ruas,” ungkap Mas Wiwit.
Di sektor pertanian, penanganan irigasi mencapai 64,47 kilometer dengan anggaran Rp81,63 miliar dari APBD kabupaten, provinsi, dan APBN. Kondisi jaringan irigasi baik meningkat dari 26,62 persen menjadi 31,77 persen.
Program Padang Jingglang juga dijalankan melalui rehabilitasi dan pembangunan 757 unit penerangan jalan umum (PJU) senilai Rp5,1 miliar.
Layanan Publik Makin Digital
Reformasi birokrasi dan pelayanan publik menjadi perhatian serius. Sepanjang 2025:
Desa digital meningkat dari 103 menjadi 176 desa
73 desa memiliki kios administrasi kependudukan
26 desa dilengkapi perpustakaan digital
Kanal aduan 112 melalui program Jepara Tanggap menerima 5.838 laporan dan seluruhnya tertangani. Indeks SPBE meningkat dari 3,63 menjadi 3,75.
Atas tata kelola tersebut, Pemkab Jepara kembali meraih opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk ke-15 kali berturut-turut sejak 2010. Selain itu, Disdukcapil dan RSUD RA Kartini Jepara meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.
Desa, Pendidikan, dan Sosial Diperkuat
Program Bupati Ngantor di Desa digelar di 16 kecamatan. Dari 672 usulan warga, 217 direalisasikan pada 2025.
Dana Desa mencapai Rp113,35 miliar, termasuk tambahan untuk sedekah bumi dan takbir keliling. Insentif RT/RW juga dinaikkan.
Di sektor pendidikan:
Kartu Guru Sejahtera: Rp19,48 miliar untuk 10.827 guru
Kartu Sarjana: Rp1,71 miliar untuk 2.398 siswa dan mahasiswa
Revitalisasi 97 sekolah dengan dukungan APBN lebih dari Rp55 miliar
Sektor sosial menerima bansos senilai Rp6,17 miliar, termasuk bantuan permakanan, uang tunai, sandang, dan RTLH.
UMKM, Budaya, dan Pariwisata Digenjot
Dalam ekonomi kerakyatan, program Jepara Karya menyediakan 32.898 lowongan kerja. Rasio wirausaha melonjak dari 3,19 menjadi 5,92.
Sebanyak 225 tenda diberikan kepada UMKM, serta 452 pelaku usaha mengikuti pelatihan. Program UMKM Naik Kelas dimulai dengan 180 peserta.
Di sektor budaya, Pemkab mengusulkan enam Warisan Budaya Tak Benda dan menetapkan 18 objek cagar budaya. Festival Ukir Internasional digelar, terintegrasi dengan Jepara International Furniture Buyer Week.
Perencanaan Museum Ukir Nusantara dan penataan sentra ekonomi kreatif di Mulyoharjo serta Jalan Soekarno–Hatta juga mulai berjalan.
Fondasi Menuju Jepara Mulus
Baik Mas Wiwit maupun Gus Hajar menegaskan bahwa capaian tahun pertama menjadi fondasi visi Jepara Mulus: Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.
“Kami ingin hasil pembangunan terukur, dirasakan masyarakat, dan berkelanjutan,” tegas Mas Wiwit.
Editor : Mahendra Aditya