Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Festival Ramadan Jepara 2026: Bazar UMKM, Santunan Yatim, dan Denyut Ekonomi di Alun-Alun

M. Khoirul Anwar • Jumat, 20 Februari 2026 | 21:28 WIB

 

BERKAH: Pembukaan Festival Ramadan 2026 oleh Wakil Bupati Jepara Gus Hajar dan Forkopimda.
BERKAH: Pembukaan Festival Ramadan 2026 oleh Wakil Bupati Jepara Gus Hajar dan Forkopimda.

JEPARA — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana Alun-Alun I Jepara tampak lebih semarak dari biasanya. Deretan stan kuliner, aroma makanan khas Ramadan, dan lantunan musik tradisional tong-tek berpadu dalam Festival Ramadhan 1447 H/2026 M yang digelar Pemerintah Kabupaten Jepara.

Festival ini resmi dibuka pada Jumat (20/2/2026) oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, mewakili Bupati Witiarso Utomo. Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian aktivitas Ramadan di Kabupaten Jepara yang dikemas lebih dekat dengan masyarakat.

Sejak sore hari, warga mulai berdatangan. Sebagian berburu takjil, sebagian lainnya sekadar menikmati suasana sambil menunggu azan Magrib.

Bazar UMKM menjadi magnet utama, menghadirkan aneka kuliner lokal, busana muslim, hingga produk kreatif warga.

“Lewat bazar ini, kami ingin UMKM Jepara benar-benar naik kelas. Ramadan adalah momentum ekonomi sekaligus kebersamaan,” ujar Ibnu Hajar dalam sambutannya.

Saat ini, jumlah pelaku UMKM di Jepara tercatat mencapai sekitar 80 ribu unit. Melalui festival ini, pemerintah daerah berupaya membuka ruang promosi langsung kepada masyarakat, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal pada jam-jam produktif sore hari.

Tak hanya soal ekonomi, festival juga menghadirkan nuansa sosial dan spiritual. Pada pembukaan acara, Pemkab Jepara menyalurkan santunan kepada 61 anak yatim piatu. Sebanyak 16 anak menerima bantuan secara simbolis bersama KORPRI Kabupaten Jepara.

Kepedulian sosial ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Ramadhan. Bagi pemerintah daerah, ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai ritual spiritual, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas warga.

Usai penyerahan santunan, Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD meninjau stan peserta. Peresmian bazar ditandai dengan pemotongan pita. Sekitar 20 stan UMKM menempati area alun-alun dan akan beroperasi hingga 6 Maret 2026.

Bagi para pelaku usaha, festival ini menjadi “etalase terbuka” untuk mengenalkan produk mereka. Sementara bagi masyarakat, bazar menjadi destinasi favorit ngabuburit sekaligus tempat berburu menu berbuka.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Ini ruang silaturahmi, dakwah sosial, dan penguatan ekonomi umat,” kata Ibnu Hajar.

Hadir pula Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jepara Ahsan M., DPRD, serta unsur Forkopimda yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Selama dua pekan ke depan, Festival Ramadhan di Alun-Alun I Jepara akan diisi berbagai aktivitas religi, sosial, dan ekonomi. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu menjaga suasana Ramadhan tetap khidmat, produktif, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah hiruk pikuk sore hari, festival ini menjadi cermin bagaimana Ramadan di Jepara dirayakan: sederhana, hangat, penuh kepedulian, dan sarat peluang bagi UMKM untuk tumbuh bersama.

 

Editor : Mahendra Aditya
#umkm #jepara #2026 #ramadan #festival