JEPARA — Jalan kabupaten di Desa Guwosoberto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, amblas sepanjang 90 kaki, atau sekitar 50 meter.
Retakan memanjang dan penurunan badan jalan itu membuat warga sekitar cemas. Terutama karena posisinya dekat dengan permukiman.
Lokasi ambles berada di Jalan Sungai Serang, RT 7/RW 2, Gang 10, Dukuh Sobokerto, Desa Guwosoberto, Kecamatan Welahan.
Separuh badan jalan mengalami penurunan elevasi, hingga sekitar setengah meter di sisi aliran Sungai SWD 1.
Kendaraan roda empat kini tidak dapat melintas di jalur tersebut.
Masroh (42), warga setempat, mengaku khawatir karena tembok depan rumahnya hanya berjarak 10 langkah dari titik retakan.
Saat ditemui Kamis (19/2) menjelang sore, ia tengah mencuci baju di depan rumahnya. Meski menjawab dengan senyum, ia tak mampu menyembunyikan kecemasannya.
“Takutnya merembet ke rumah. Soalnya dekat sekali,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur penting bagi aktivitas warga, mulai dari pekerja pabrik hingga pedagang pasar. Termasuk dari daerah Demak.
“Sudah ada pemotor yang jatuh, karena tidak mengetahui adanya amblasan jalan. Apalagi kalau malam, gelap. Muka jalan pun seperti masih rata tanpa penerangan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Mulyati (40). Di sela-sela menganyam rotan sambil mengasuh anaknya di teras rumah, ia mengaku was-was melihat kondisi jalan yang terus memburuk.
“Senin (9/2) sore mulai amblas. Parahnya sekitar empat hari lalu. Hujan semalaman, makin dalam kalau diinjak. Nyes,” katanya sembari menirukan bunyi amblasan yang menyambung.
Ia menyebut, pada 2024 jalan tersebut sempat mengalami keretakan pula. Kemudian pada 2025 dilakukan pengurugan dan pengaspalan. Namun, kini, amblasan kembali terjadi.
Jalan tersebut berada di wilayah perbatasan Jepara–Demak, dekat Desa Rejosari, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, dan menjadi akses utama dari arah Kedungsarimulyo yang menghubungkan sejumlah desa, termasuk Desa Kendengsidialit.
Camat Welahan, Suhadi, menyampaikan tanah di kawasan tersebut memang labil dan berada di bantaran aliran sungai.
“Sudah dilakukan survei oleh Dinas PUPR untuk menghitung kebutuhan anggaran,” ujarnya, Kamis (19/2) sore.
Menurutnya, ruas itu merupakan jalan kabupaten dengan mobilitas cukup tinggi.
Pemerintah kecamatan bersama dinas terkait telah menyusun rencana penanganan.
Jalan rencananya akan diperkuat dengan pengecoran menggunakan mutu beton K-250, disertai pemasangan begisting sebelum dilakukan pengecoran ulang pada bagian terdampak.
“Masih dihitung RAB-nya. Rencana pekerjaan akan dicor di titik yang amblas,” tambahnya.
Sebelumnya, di lokasi yang sama juga pernah terjadi ambles dan ditangani dengan pengurugan serta pengaspalan. Namun karena kondisi tanah yang bergerak, kerusakan kembali terjadi.
Saat ini, di sekitar lokasi telah dipasang tanda pengaman dan peringatan bagi pengguna jalan. Pengendara diminta berhati-hati, terutama pada malam hari dan saat hujan.
Pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan BBWS yang menangani saluran SWD 1 agar penanganan tidak hanya fokus pada badan jalan. Namun juga normalisasi sungai secara tepat.
“Sudah berproses, semoga segera tertangani,” tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya