JEPARA — Suasana Aula Balai Desa Tubanan tampak ramai dan penuh antusiasme, pada Selasa (10/2).
Sejak pagi, kader kesehatan serta para pekerja rentan dari berbagai dusun di Desa Tubanan mulai berdatangan, untuk mengikuti Kegiatan Sosialisasi Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat. Khususnya kelompok pekerja rentan dan kader kesehatan. Mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Aula balai desa terlihat tertata rapi dengan kursi yang dipenuhi peserta, sementara suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif.
Sosialisasi disampaikan oleh Tri Aji Pamungkas, yang memaparkan secara rinci berbagai program BPJamsostek.
Dalam penyampaiannya, Tri Aji menjelaskan jenis-jenis jaminan yang dapat diakses oleh pekerja nonformal, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hingga Jaminan Kematian (JKM).
Pihaknya juga menekankan bahwa pekerja rentan, seperti buruh harian, pekerja sektor informal, hingga kader kesehatan desa, memiliki risiko kerja yang tidak bisa dianggap remeh.
Oleh karena itu, perlindungan melalui BPJamsostek menjadi kebutuhan penting. Agar mereka tetap merasa aman saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak menyimak dengan serius. Beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pendaftaran, besaran iuran, serta manfaat yang akan diterima apabila terjadi risiko kerja. Suasana sosialisasi pun berjalan komunikatif dan partisipatif.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jepara, Galuh Yudha Purnama, menyebu urgensi kepesertaan BPJamsostek bagi pekerja rentan.
Menurutnya, masih banyak pekerja di sektor informal, yang belum menyadari pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Pekerja rentan sangat membutuhkan perlindungan. Risiko kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja, dan BPJamsostek hadir untuk memastikan pekerja maupun keluarganya tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, manfaat BPJamsostek tidak hanya dirasakan oleh peserta secara langsung, tetapi juga oleh keluarga yang ditinggalkan apabila terjadi risiko kerja.
Santunan kematian dan jaminan kecelakaan kerja diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga.
Lebih lanjut, Galuh berharap kegiatan sosialisasi seperti ini dapat mendorong peningkatan kepesertaan BPJamsostek di tingkat desa.
Ia menilai peran pemerintah desa dan kader kesehatan sangat strategis, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan. Para peserta tampak puas dan mendapatkan pemahaman baru terkait perlindungan kerja.
Sementara pihak penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi langkah awal memperluas jangkauan BPJamsostek di Desa Tubanan.
“Kami berharap, setelah sosialisasi ini, kader kesehatan dan pekerja rentan di Desa Tubanan semakin sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga manfaat program BPJamsostek bisa dirasakan secara merata,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya