JEPARA — Suasana di sekitar lokasi usaha minuman di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, tampak sepi pada Selasa (10/2) siang.
Utamanya pascakejadian yang menewaskan lima orang.
Usaha tersebut diketahui menjual minuman 'jamu gingseng', minuman beralkohol, sekaligus menyediakan layanan karaoke.
Harga banyu langit di tempat R dibanderol sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per gelas.
Sementara jika dibawa pulang dalam kemasan botol 1,5 liter, harganya mencapai sekitar Rp 40 ribu.
Selain minuman, pelanggan juga dapat bernyanyi di ruang karaoke.
Untuk pelanggan yang ingin masuk room, pihak pengelola disebut akan memanggil pemandu lagu atau LC terlebih dahulu.
Mayoritas pelanggan berasal dari daerah sekitar, bahkan menurut warga setempat tak banyak yang berasal dari luar kecamatan.
Minuman (oplosan) disebut berasal dari setoran dari daerah Bulungan. Biasa dikonsumsi sebagai jamu oleh para pelanggan.
R juga diketahui pernah memiliki usaha serupa di wilayah Pungkruk, namun kemudian dipindahkan ke area belakang rumahnya di Desa Suwawal Timur.
Kendati demikian, warga menilai keberadaan usaha tersebut cukup meresahkan.
Selain suara karaoke yang kerap terdengar bising, tempat itu juga beroperasi setiap hari selama 24 jam.
Sebelum insiden yang merenggut lima nyawa tersebut, sebelumnya, sempat ada kejadian pelanggan, usai minum lalu pulang dan mengalami kecelakaan serta meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi kurang dari satu tahun terakhir.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, R tampak hendak memperluas area usaha minumannya tersebut.
Terlihat dari adanya galian tanah untuk pondasi, serta sejumlah tumpukan bata ringan.(fik)
Editor : Mahendra Aditya