JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan perbaikan ruas jalan Pancur–Kedawung tetap menjadi prioritas pada tahun 2026.
Meski saat ini kondisi jalan masih dikeluhkan warga, seluruh persiapan teknis dan anggaran telah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepastian tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Pemkab Jepara, menyusul ramainya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur, terutama saat musim hujan.
“Lagi ramai soal jalanan ‘jeglongan sewu’? Tenang, kita denger kok! Dinas PUPR Kabupaten Jepara sudah menganggarkan dan siap tancap gas buat perbaikan jalan Pancur–Kedawung sepanjang 1,2 kilometer di tahun ini,” tulis akun @pemkabjepara.
Dalam unggahan tersebut, pemerintah daerah juga meminta masyarakat untuk bersabar karena proses persiapan masih berjalan.
“Sabar sedikit lagi ya, prosesnya sedang kita upayakan secepat mungkin biar perjalanan kalian makin nyaman,” lanjut pernyataan tersebut.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa ruas Pancur–Kedawung telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur daerah.
Menurutnya, pelaksanaan fisik tinggal menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung.
“Kami sudah memprioritaskan titik ini. Tinggal menunggu eksekusi setelah cuaca membaik, karena saat ini masih dilanda cuaca ekstrem,” ujar Witiarso.
Ia menjelaskan, curah hujan yang masih tinggi berpotensi memengaruhi kualitas pekerjaan apabila perbaikan dipaksakan dalam kondisi sekarang.
Oleh karena itu, pemerintah memilih menunggu waktu yang tepat agar hasil pengerjaan lebih maksimal dan tahan lama.
Ruas Pancur–Kedawung merupakan jalur penting bagi aktivitas warga, baik untuk akses pendidikan, ekonomi, maupun layanan publik.
Selama musim hujan, genangan air dan lubang jalan kerap membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Melalui proyek perbaikan sepanjang 1,2 kilometer tersebut, Dinas PUPR menargetkan peningkatan kualitas jalan agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur, meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Editor : Ali Mustofa