Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Kematian Pemuda Tubanan Jepara Masih Misterius, Polisi Libatkan Tim Psikologi Forensik

M. Khoirul Anwar • Sabtu, 7 Februari 2026 | 05:59 WIB

PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS: Kondisi di pelataran Kompleks Balai Desa Tubanan tampak tegang pada Jumat (6/2) malam.
PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS: Kondisi di pelataran Kompleks Balai Desa Tubanan tampak tegang pada Jumat (6/2) malam.

JEPARA — Misteri kematian seorang pemuda di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, hingga kini belum terungkap sepenuhnya. Kepolisian Resor Jepara masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

Dalam upaya mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut, aparat kepolisian menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR) Wilayah Jawa Tengah.

Tim ini diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan psikologis terhadap lingkungan sosial korban serta orang-orang terdekatnya.

Langkah tersebut dilakukan karena kasus kematian Axsyal Rendy Saputra (24) dinilai masih menyisakan banyak tanda tanya.

Lebih dari dua bulan sejak korban ditemukan meninggal dunia pada akhir November 2025, polisi belum dapat menyimpulkan apakah peristiwa tersebut merupakan bunuh diri atau tindak pidana.

Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan, mengatakan bahwa keterlibatan APSIFOR bertujuan memperkuat proses penyelidikan dari sisi psikologi forensik.

“Pemeriksaan ini penting untuk melihat pola perilaku korban sebelum kejadian, termasuk hubungan sosialnya dengan keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya, Jumat (6/2).

Dalam pemeriksaan tersebut, tim APSIFOR Jawa Tengah yang terdiri dari tiga psikolog forensik melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi. 

Sebelum melakukan pemeriksaan terhadap saksi, tim gabungan terlebih dahulu melakukan observasi di lokasi tempat korban ditemukan meninggal dunia.

Lokasi tersebut berada di area kebun rumput gajah, sekitar 60 meter dari rumah korban.

Saat ditemukan, kondisi korban diketahui mengalami luka di bagian leher. Di sekitar lokasi kejadian juga ditemukan dua pisau dapur, yang hingga kini masih menjadi bagian dari bahan penyelidikan aparat.

Pemeriksaan lanjutan berlangsung di Balai Desa Tubanan setelah sebelumnya sempat dilakukan di rumah keluarga korban. Lokasi pemeriksaan dipindahkan karena kondisi rumah yang ramai didatangi warga.

Sedikitnya 12 orang menjalani pemeriksaan psikologis dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari anggota keluarga, teman dekat, serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.

Untuk menjaga kenyamanan narasumber, pemeriksaan dilakukan secara tertutup dan dibagi ke dalam tiga ruangan berbeda.

Iptu Heru menambahkan, proses penyelidikan tidak selalu berjalan mudah. Sejumlah warga yang diduga memiliki informasi penting belum bersedia memberikan keterangan kepada aparat.

“Kami masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi. Setiap keterangan sangat berarti untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemeriksaan psikologi forensik sejatinya telah direncanakan sejak awal Januari 2026.

Namun, pelaksanaannya tertunda akibat keterbatasan jadwal tim APSIFOR.

Hingga saat ini, kepolisian memastikan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Seluruh temuan masih dalam tahap pendalaman untuk menentukan arah penanganan kasus selanjutnya.

Pihak kepolisian berharap, melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan psikologi forensik, misteri kematian pemuda asal Tubanan tersebut dapat segera terungkap secara terang dan objektif. (fik/war)



Editor : Mahendra Aditya
#jepara #pemuda #berita jepara hari ini #kasus #polisi #berita jepara #Kematian #Apsifor