Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fakta Baru Museum Kartini Jepara, Disiapkan Jadi Living History dan Wisata Kelas Nasional

M. Khoirul Anwar • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:06 WIB

RAMAI: Pelajar mendengarkan penjelaskan petugas Museum Kartini belum lama ini.
RAMAI: Pelajar mendengarkan penjelaskan petugas Museum Kartini belum lama ini.



JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara mulai mempercepat proses perpindahan dan penataan aset Museum RA Kartini sebagai bagian dari pengembangan destinasi budaya unggulan daerah.

Langkah awal dilakukan melalui rapat koordinasi lintas pihak untuk menyusun perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan museum.

Rapat tersebut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Perumda Aneka Usaha, serta Komunitas Rumah Kartini.

Kepala Disparbud Jepara, Ali Hidayat, mengatakan kerja sama ini bertujuan menghadirkan konsep pengelolaan museum yang lebih modern, terintegrasi, dan berdaya tarik tinggi.

“Baru saja kami rapat untuk menyusun PKS. Nanti Disparbud bersama Perumda dan Rumah Kartini akan mengelola museum agar lebih moncer dan punya daya tarik kuat,” ujar Ali, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, aset Museum Kartini secara administratif telah resmi diserahkan kepada Disparbud melalui prosesi di ruang Sekretaris Daerah Jepara.

Dengan rampungnya proses tersebut, tahapan berikutnya adalah percepatan penataan kawasan dan perencanaan pengembangan.

“Aset sudah diserahkan kemarin di ruang Pak Sekda. Setelah ini langsung gaspol,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Jepara juga telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan. Dukungan eksternal turut mengalir, salah satunya dari Yayasan Lestari.

Ali menyebut, fokus utama pengembangan ke depan meliputi penataan kawasan, layout, dan desain museum, mulai dari halaman depan hingga area belakang yang sebelumnya digunakan sebagai lapangan tenis.

Menurutnya, sempat muncul wacana pemanfaatan area tersebut sebagai rumah dinas bupati.

Namun setelah dikaji, rencana tersebut dibatalkan karena bertentangan dengan standar museum kelas A.

“Kalau mau kelas A, tidak boleh sembarangan. Ruang-ruang harus dikembalikan ke fungsi yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Kabupaten Jepara, Wike Dwi Utomo, menyampaikan pihaknya menyiapkan konsep pengelolaan Museum Kartini berbasis living history atau sejarah hidup.

“Konsep kami living history. Pengunjung bukan hanya melihat peninggalan, tapi benar-benar merasakan napak tilas kehidupan Kartini,” katanya.

Dalam tahap awal, Perumda merancang sejumlah inovasi, seperti pasar tempo dulu di area depan museum, pertunjukan seni, musik dan tari, hingga konsep interaktif berbasis teknologi informasi.

“Kami ingin Gen Z mau masuk museum. Akan ada game edukatif seperti ‘mencari harta karun Kartini’, sentuhan teknologi, serta pengalaman digital,” ujarnya.

Tak hanya sebagai destinasi wisata, Museum Kartini juga diarahkan menjadi pusat riset dan pendidikan karakter.

Perumda bahkan menyiapkan pengembangan kurikulum nilai-nilai Kartini, mulai dari masa remaja, pendidikan, pernikahan, hingga peran sebagai tokoh bangsa.

Saat ini, proses pelimpahan aset dan skema pengelolaan masih terus berjalan, termasuk pembahasan tarif layanan yang akan disusun setelah kerja sama dengan pihak ketiga resmi berjalan.

Dengan konsep besar tersebut, Museum Kartini diharapkan tidak lagi sekadar menjadi ruang pamer sejarah, tetapi berkembang sebagai ikon budaya, pusat edukasi, serta destinasi wisata tematik kelas nasional hingga internasional di Kabupaten Jepara.

“Kami ingin menghadirkan sosok Kartini bukan sekadar sebagai cerita, tetapi sebagai nilai yang diimplementasikan dalam kehidupan,” pungkas Wike. (fik/war)

 

Editor : Ali Mustofa
#jepara #kartini #berita jepara hari ini #berita #museum #Lestari