Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Urus Perpindahan Aset, Museum Kartini Disiapkan Jadi Destinasi Budaya Kelas A

Fikri Thoharudin • Rabu, 4 Februari 2026 | 17:15 WIB
ANTUSIAS: Para pengunjung Museum Kartini tengah menyimak kurator menceritakan kisah RA Kartini belum lama ini.
ANTUSIAS: Para pengunjung Museum Kartini tengah menyimak kurator menceritakan kisah RA Kartini belum lama ini.

JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara mulai mengakselerasi proses perpindahan dan penataan aset Museum RA Kartini.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan destinasi budaya unggulan daerah. 

Langkah awal ditandai dengan rapat koordinasi lintas pihak untuk penyusunan perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan museum.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, menyebut rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Perumda Aneka Usaha dan Komunitas Rumah Kartini. 

Tujuannya, membangun konsep pengelolaan museum yang lebih modern, terintegrasi, dan berdaya tarik tinggi.

“Baru saja tadi kami rapat untuk menyusun PKS. Nanti Disparbud bersama Perumda dan Rumah Kartini akan mengelola museum agar lebih moncer dan punya daya tarik kuat,” ungkapnya pada Rabu (4/2).

Menurutnya, aset Museum Kartini secara administratif telah resmi diserahkan kepada Disparbud, melalui prosesi di ruang Sekretaris Daerah Jepara.

Dengan rampungnya proses tersebut, tahapan selanjutnya adalah percepatan penataan dan perencanaan kawasan.

“Aset sudah diserahkan kemarin di ruang Pak Sekda. Setelah ini langsung gaspol,” tegasnya.

Di samping, pihaknya telah mendampingi Bupati Jepara melakukan komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan. Ali juga mengungkapkan, dukungan eksternal mulai mengalir. Seperti dari Yayasan Lestari.

Tahapan berikutnya, kata Ali, adalah fokus pada penataan kawasan, layout, dan desain interior museum, mulai dari halaman depan hingga area belakang yang menjadi lapangan tenis. 

Ia menyebut, sempat ada wacana pemanfaatan lapangan tenis sebagai Rumah Dinas Bupati. Namun usai dikaji ulang, karena standar museum kelas A tidak boleh mengorbankan ruang terbuka historis, sehingga perencanaan Rumdin Bupati dipindah ke sebelah utara.

“Kalau mau kelas A, tidak boleh sembarangan. Ruang-ruang harus dikembalikan ke fungsi yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Aneka Usaha Kabupaten Jepara, Wike Dwi Utomo, menyatakan pihaknya menyiapkan, konsep besar pengelolaan Museum Kartini berbasis living history atau sejarah hidup.

“Konsep kami living history. Pengunjung bukan hanya melihat peninggalan, tapi benar-benar merasakan napak tilas kehidupan Kartini,” sambungnya.

Dalam pengembangan awal, Perumda menyiapkan sejumlah konsep inovatif, antara lain pasar tempo dulu di area depan museum. Pertunjukan seni (performing art), musik dan tari, serta konsep interaktif berbasis permainan IT untuk menarik minat generasi muda.

“Kami ingin Gen Z mau masuk museum. Ada game edukatif, seperti ‘mencari harta karun Kartini’. Sentuhan teknologi, dan sinkronisasi antara warisan budaya dengan pengalaman digital,” jelasnya.

Tak hanya sebagai destinasi wisata, Museum Kartini juga diarahkan menjadi pusat riset dan pendidikan karakter. 

Perumda bahkan menyiapkan konsep pengembangan kurikulum nilai-nilai Kartini, mulai dari fase remaja, pendidikan, pernikahan, hingga peran sebagai ibu dan tokoh bangsa.

Saat ini, proses pelimpahan aset dan skema pengelolaan masih terus berjalan, termasuk pembahasan tarif layanan yang akan disusun setelah pengelolaan oleh pihak ketiga resmi berjalan.

Dengan konsep besar tersebut, Museum Kartini tidak lagi hanya diposisikan sebagai ruang pamer sejarah, tetapi disiapkan menjadi ikon budaya. Pusat edukasi, dan destinasi wisata tematik kelas nasional hingga internasional di Kabupaten Jepara.

“Kami ingin menghadirkan sosok Kartini bukan sekadar sebagai cerita, tapi sebagai nilai yang diimplementasikan dalam kehidupan,” tegasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #kartini #museum