Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Akses Desa Tempur Dapat Dilalui Roda 4, Tinggal Recovery Titik Rawan

Fikri Thoharudin • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:24 WIB
PULIH: Jalan di daerah Kaliombo yang menuju ke Desa Tempur dapat dilalui mobil. Sejumlah warga melintasi jalan tersebut pada Kamis (29/1).
PULIH: Jalan di daerah Kaliombo yang menuju ke Desa Tempur dapat dilalui mobil. Sejumlah warga melintasi jalan tersebut pada Kamis (29/1).

JEPARA — Akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, kini telah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sejak setidaknya Jumat-Sabtu (9-10/1) lalu terjadi longsor di sejumlah titik.

Mengisolasi lebih dari 3000-an jiwa warga Desa Tempur.

Jalan yang tertutup material longsor, termasuk yang tergerus hingga hampir 100 meter kini telah tersambung kembali.

Petinggi Desa Tempur Mariyono menyampaikan bahwa, mobil pribadi dapat melintas secara normal sejak Rabu (28/1) sore.

Usai penanganan intensif, jalan utama dapat dibuka. Melalui kerja bakti warga bersama tim penanganan darurat bencana BPBD Jepara, serta relawan.

Warga yang telah melakukan pemecahan batu raksasa di area Dukuh Kemiren kini juga telah tuntas. Setelah lima hari berturut-turut mengupayakan pembersihan material longsor secara manual. 

Alat berat tidak bisa masuk ke Dukuh ini. Lantaran sempitnya akses masuk.

"Hari ini terakhir pengerjaan, warga bergotong royong melakukan pembersihan, pemecahan batu, serta pembukaan saluran air yang tertutup material longsoran," ungkap Mariyono pada Kamis (29/1) saat ditemui di Petinggen Desa Tempur.

Menurutnya, jalur Duplak yang sebelumnya juga tertutup kini telah terbuka. Tinggal memasuki tahap finishing agar akses benar-benar aman dilintasi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penanganan darurat akses ini sepenuhnya ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara. 

Fokus utama penanganan adalah membuka jalur agar dapat dilalui kendaraan. Khususnya untuk kebutuhan logistik, mobilisasi warga, dan akses layanan darurat.

"Setelah tahap darurat selesai, perencanaan pemulihan (recovery) akan dilanjutkan oleh instansi teknis terkait, seperti Dinas PUPR," sebutnya.

Recovery, lanjut Mariyono, mencakup penanganan jalan menggantung, perbaikan jembatan, serta penguatan badan jalan yang terdampak longsor.

Dalam proses pembukaan akses, sejumlah alat berat diterjunkan, antara lain loader, ekskavator kecil 7,5 ton, serta breaker untuk memecah material batuan besar.

Termasuk ekskavator PC200 yang digunakan untuk mengalihkan arus Kali Gelis supaya tidak semakin memakan badan jalan di area Kaliombo.

Meski akses sudah terbuka, namun recovery dan penanganan permanen tetap dibutuhkan dalam waktu cepat. Masyarakat pun dilarang untuk tidak menggunakan kendaraan bermuatan berat. Seperti truck maupun engkel.

Pembatasan jenis kendaraan dilakukan, karena masih terdapat beberapa titik badan jalan yang rawan longsor. 

Kondisi tanah yang masih labil, lembap, dan tingkat keasaman tanah yang tinggi, berpotensi menimbulkan kerusakan ulang jika dilewati kendaraan berat.

Dengan terbukanya akses ini, aktivitas warga mulai berangsur normal. 

Namun, pemerintah menegaskan bahwa tahap darurat baru menjadi langkah awal.

Proses pemulihan infrastruktur Desa Tempur akan terus berlanjut melalui program recovery terpadu lintas instansi.

"Status tanggap darurat sampai 6 Februari. Setelah itu bisa dilakukan penanganan lanjutan," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #jalan #keling #tempur