JEPARA — Arak-arakan mobil mengular, beriringan. Melewati jalan menuju Desa Tempur yang telah terbuka.
Sebelumnya akses warga sempat terisolasi, sebab material longsor di sejumlah titik menutup badan jalan. Bahkan menggerus jalan di daerah Kaliombo sepanjang 80 meter.
Iring-iringan tersebut adalah rombongan dari PCNU Kabupaten Jepara. Membawa ribuan paket bantuan kemanusiaan bagi warga Desa Tempur.
Setelah melakukan perjalanan setidaknya dua jam perjalanan, rombongan akhirnya sampai di Petinggen Desa Tempur pada pukul 11.00.
Kegiatan pada Kamis (29/1) tersebut, dilaksanakan oleh PCNU Jepara beserta Banom-Banom NU Jepara.
Seperti Lazisnu Jepara, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, Garfa, CBP, LP Ma'arif Jepara, serta Pengurus MWC NU Kecamatan Keling.
Rois Syuriah PCNU Jepara KH. Hayatun Nufus Abdullah Hazdiq menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian, dan solidaritas warga NU Jepara. Terhadap musibah yang menimpa Desa Tempur.
Selain 1400 paket sembako, bantuan juga meliputi sepatu boat untuk personil bank sampah. Serta bantuan tunai bagi empat lembaga pendidikan, yakni MI Al Anwar 1–2, RA An-Nur Tempur, dan MTs Matholiul Huda.
“Alhamdulillah NU Cabang Jepara bisa bersilaturahmi ke Desa Tempur. Kami mendapat kabar akses jalan terbuka tadi sore (Rabu, kemarin), sehingga Kamis ini langsung kami salurkan bantuan,” ungkap Mbah Yatun pada Kamis (29/1).
Mbah Yatun juga mengajak masyarakat Tempur untuk bangkit. Serta membangun desa secara religius seiring pengembangan desa wisata.
“Jangan sampai kehilangan arah, meskipun menjadi desa wisata. Pariwisata yang religius dan menggembirakan masyarakat, NU mendukung,” tegasnya.
Pihaknya juga mengingatkan bencana longsor yang terjadi ialah bagian dari peringatan dari Yang Maha Kuasa.
“Siapa yang membuat gunung Indah? Allah. Batu yang glundung (menggelinding, red) karena takut kepada Allah, melihat Desa Tempur yang tidak terkendali. Kita (manusia, red) tinggal merawat. Menjaga. Ini adalah peringatan,” jelasnya.
Secara terpisah, Ketua NU Ranting Tempur K. Noor Salam menyampaikan rasa terima kasihnya.
Kepada seluruh masyarakat Jepara dan sekitarnya atas bantuan yang disalurkan melalui PCNU Jepara.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kabar gembira di tengah bencana. Sehingga dapat membawa manfaat dan meringankan beban warga.
“Mudah-mudahan menjadi amal saleh dan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Kami juga mohon doa agar bencana tidak lagi terjadi di Desa Tempur,” ucapnya.
Sementara itu, Petinggi Desa Tempur Mariyono menyebut bantuan dari PCNU ini menjadi hal yang berarti.
Ia menyampaikan bahwa kepedulian berbagai elemen masyarakat sangat membantu secara lahir dan batin, dalam proses pemulihan pascabencana.
"Secara kebatinan sangat terbantu. Tidak kurang dari 132 lembaga maupun perorangan telah membantu warga Tempur,” sebutnya.
Mariyono juga menyebutkan bahwa dukungan pemerintah terus mengalir, mulai dari kunjungan Bupati, Gubernur, hingga Kepala BNPB.
Bantuan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam proses pemulihan infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat desa.
"Kami sudah menyalurkan bantuan tahap tiga kepada masyarakat. Ditambah ini dari PCNU akan menjadi yang ke-4. Kami juga akan menyalurkan kloter ke-5 apabila jumlahnya sudah memenuhi untuk semua warga," terangnya.
Ketua Relawan Desa Tempur Amirudin menjelaskan bahwa proses distribusi bantuan PCNU dibantu oleh Banser dan Ansor, serta para relawan.
Penyaluran dilakukan langsung ke setiap wilayah RT dan RW, di enam dukuh yang ada di Desa Tempur. “Hari ini langsung didistribusikan. Ini tahap keempat penyaluran bantuan,” jelasnya.
Ia memastikan tidak ada warga yang terlewat untuk menerima bantuan. “Harapannya semua warga Tempur terdata dan terbagi merata, tidak ada yang tertinggal,” pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa