Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jepara–Demak Prioritaskan Jalur Alternatif Pesisir dan Revitalisasi Jembatan Kedung–Wedung

M. Khoirul Anwar • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:32 WIB

 

KOLABORASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo (kanan) dan Bupati Demak Estianah.
KOLABORASI: Bupati Jepara Witiarso Utomo (kanan) dan Bupati Demak Estianah.


DEMAK — Pemerintah Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak memprioritaskan pengembangan jalur alternatif kawasan pesisir serta revitalisasi jembatan penghubung Kedung–Wedung sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Bupati Demak Eistianah di Ruang Transit Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan membahas penanganan jalur strategis Semarang–Demak–Jepara, khususnya jalur alternatif yang melintasi wilayah pesisir, mulai dari Kedung (Jepara) hingga Wedung (Demak). Jalur ini diproyeksikan menjadi solusi atas kemacetan kronis di jalur Pantura.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Jepara didampingi Asisten II Aris Setiawan, Kepala DPUPR Jepara Hery Yulianto, Kepala Bappeda Jepara Karuna Titi, serta jajaran terkait.

Salah satu fokus utama adalah revitalisasi jembatan Kedung–Wedung, yang selama ini menjadi akses vital penghubung dua kabupaten. Jembatan tersebut berada di wilayah administratif Jepara dan Demak, sehingga membutuhkan sinergi lintas daerah.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa waktu tempuh Semarang–Demak–Jepara kian tidak efisien akibat kemacetan Pantura yang terjadi hampir setiap hari.

“Dari tahun ke tahun, perjalanan di jalur ini semakin lama. Kemacetan Pantura berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, perekonomian, dan sektor pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, jika jalur alternatif pesisir dapat difungsikan secara optimal dengan kondisi jalan yang baik, maka waktu tempuh Semarang–Jepara bisa dipangkas menjadi satu hingga dua jam.

“Dengan jalur alternatif yang layak dan lancar, pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jepara, Demak, dan sekitarnya akan lebih terdorong,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Demak Eistianah menyambut positif rencana tersebut. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Demak untuk menindaklanjuti hasil pertemuan, termasuk menyiapkan langkah teknis dan koordinasi lintas sektor.

“Prinsipnya kami mendukung penuh. Ini kepentingan bersama untuk memperlancar konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” tegasnya.

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #bupati #demak #jalan #witiarso utomo #Estianah #Jalur #alternatif #berita demak #berita jepara #jembatan