Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mayong Kembangkan Agroeduwisata Terpadu Lewat Bumdesma Bung Topan

M. Khoirul Anwar • Rabu, 28 Januari 2026 | 09:28 WIB

TURUN LANGSUNG: Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Gus Hajar didampingi Camat Mayong Muh Taufik melihat produk UMKM.
TURUN LANGSUNG: Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Gus Hajar didampingi Camat Mayong Muh Taufik melihat produk UMKM.

JEPARA — Program Bupati Ngantor di Desa kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jepara.

Kali ini, kegiatan berlangsung di Balai Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Selasa (27/1).

Forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antardesa melalui pengembangan potensi unggulan wilayah berbasis agroeduwisata.

Penguatan potensi dilakukan dengan penyatuan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).

Di Kecamatan Mayong, konsep tersebut dikembangkan melalui Agroeduwisata Bung Topan, yang dikelola oleh Bumdesma Bung Topan, gabungan tiga desa yakni Desa Bungu, Ngroto, dan Pancur.

Camat Mayong Muh Taufik menjelaskan, Bumdesma Bung Topan disiapkan sebagai motor penggerak pengembangan pariwisata Mayong secara terintegrasi.

Pengelolaan dilakukan dengan menggabungkan sektor industri kreatif, budaya, alam, dan wisata religi.

“Bumdesma Bung Topan diarahkan menjadi pengelola utama pengembangan pariwisata Mayong dengan konsep agroeduwisata yang terintegrasi,” ujar Taufik.

Dari sektor industri kreatif, Mayong memiliki Kampung Remitan sebagai sentra mainan tradisional serta kerajinan gerabah di Desa Mayong Lor.

Potensi tersebut dinilai memiliki nilai edukatif sekaligus ekonomi jika dikembangkan secara berkelanjutan.

Sementara dari sisi budaya, wilayah Mayong memiliki Monumen Ari-ari R.A. Kartini serta tradisi Kirab Budaya Kanjeng Ibu Mas Semangkin yang rutin digelar setiap tahun di Desa Mayong Lor.

Potensi wisata alam meliputi Air Terjun Suroloyo, gardu pandang, wisata petik buah alpukat, atraksi pembuatan sirup markisa, hingga Wisata Tengah Sawah (WTS) yang menawarkan pengalaman bertani seperti menanam padi dan menangkap belut.

“Seluruh potensi tersebut kami integrasikan, termasuk wisata religi seperti Sendang Kanoman, Makam Syekh Baladah, dan situs Batu Paron,” imbuhnya.

Untuk memudahkan wisatawan, Bumdesma Bung Topan mengemas potensi tersebut dalam tiga paket perjalanan wisata.

Paket Eduwisata (Trip A) meliputi Kampung Remitan, Monumen Ari-ari Kartini, dan WTS.
Paket Wisata Alam (Trip B) mencakup WTS, gardu pandang, Air Terjun Suroloyo, wisata petik buah, serta atraksi pembuatan sirup markisa.

Sementara Paket Wisata Religi (Trip C) meliputi Makam Kanjeng Ibu Mas Semangkin, WTS, Sendang Kanoman, Makam Syekh Baladah, dan situs Batu Paron.

Terkait Monumen Ari-ari Kartini, Taufik mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama keterbatasan fasilitas dan minimnya informasi sejarah.

Ke depan, lokasi tersebut direncanakan dilengkapi monumen Kartini serta konsep storytelling sejarah ari-ari R.A. Kartini.

Promosi potensi wisata Mayong terus dilakukan melalui media sosial. Selain itu, pengenalan Kampung Remitan juga diarahkan ke kalangan pelajar.

Pemerintah kecamatan mendorong kerajinan remitan masuk dalam pembelajaran sekolah melalui proyek P5 guna mendukung regenerasi perajin.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah kabupaten.

Desa didorong aktif menggali potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Kalau desa kuat secara ekonomi, usulan ke kabupaten akan lebih ringan. PADes yang kuat akan membantu pembangunan,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk rutin turun ke desa minimal sepekan sekali guna mendalami potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. (fik/war)

 



Editor : Ali Mustofa
#agroeduwisata #umkm #jepara #bumdesma #Mayong #berita jepara hari ini #bupati jepara #witiarso utomo #bupati ngantor di desa #camat #berita jepara