Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Di Tengah Medan Sulit, Upaya Menyambung Jalur Duplak–Sumanding Terus Dilakukan

M. Khoirul Anwar • Selasa, 27 Januari 2026 | 10:19 WIB
LABIL: Petugas BPBD Jepara, operator alat berat, dan warga Tempur cek pembukaan jalur Duplak-Sumanding di tengah medan yang labil dan berkabut.
LABIL: Petugas BPBD Jepara, operator alat berat, dan warga Tempur cek pembukaan jalur Duplak-Sumanding di tengah medan yang labil dan berkabut.

JEPARA - Upaya membuka jalur alternatif yang menghubungkan Duplak–Sumanding terus diupayakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, meski dihadapkan pada medan berat dan risiko longsor.

Hingga kini, opsi jalur aman masih dalam tahap kajian dan pengecekan lapangan.

Pengecekan jalur dilakukan pada Senin (26/1) pukul 13.00–16.00 WIB oleh tim BPBD Jepara bersama operator alat berat dan perwakilan warga setempat.

Peninjauan awal dilakukan dari titik Bukit Bejagan menuju Watu Gambang, sesuai rekomendasi warga lokal untuk menghindari kawasan Watu Mayung.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan, hasil koordinasi di lapangan menunjukkan pembukaan jalur di titik tersebut belum dapat dilakukan karena kondisi kontur tanah dan tebing yang labil serta berpotensi longsor.

“Secara teknis jalur itu sangat berisiko. Operator alat berat belum berani membuka karena faktor keselamatan,” ujar Arwin.

Meski demikian, BPBD Jepara tidak menghentikan upaya pencarian akses.

Jalur alternatif lain kini diarahkan melalui kawasan Gili Samir, sebelum Bukit Bejagan–Watu Gambang.

Namun, pengecekan lanjutan masih terkendala cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan kabut tebal di lokasi.

Untuk memastikan kelayakan jalur, pengecekan berikutnya akan dilakukan dengan pendampingan tambahan dari operator alat berat lainnya.

Penentuan waktu pengecekan akan disepakati bersama antara BPBD, operator alat berat, dan warga lokal.

“Prinsip kami jelas, jalur alternatif tetap diupayakan agar bisa nyambung ke Sumanding, tetapi keselamatan menjadi prioritas utama,” tegas Arwin.

Selain Duplak–Sumanding, BPBD Jepara juga tengah mengkaji alternatif akses Tempur–Kudus sebagai opsi konektivitas wilayah, menyusul kondisi geografis dan potensi kerawanan bencana di jalur utama.

Kajian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka menengah untuk memastikan akses warga tetap terbuka, sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah selatan Jepara.

 



Editor : Ali Mustofa
#labil #jepara #berita jepara hari ini #tempur #jalur alternatif #longsor #berita jepara #medan #BPBD #akses