JEPARA — Bupati Jepara Witiarso Utomo melakukan penanaman pohon konservasi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana pascalongsor yang sempat mengisolasi akses menuju desa tersebut.
Penanaman dilakukan di sepanjang sempadan sungai dan area lereng perbukitan yang dinilai rawan longsor. Bupati ikut menanam langsung bersama warga dan relawan bencana.
Sedikitnya 100 bibit pohon ditanam pada tahap awal. Jarak tanam diatur sekitar enam meter untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi potensi pergerakan lereng saat hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, penanaman pohon merupakan bagian dari mitigasi nonstruktural yang dilakukan bersamaan dengan penanganan fisik jalan dan pembukaan jalur alternatif.
“Penanaman ini dilakukan untuk memperkuat daya ikat tanah di kawasan rawan longsor,” ujarnya.
Selain itu, relawan bencana bersama warga Desa Tempur turut dilibatkan dalam kegiatan penanaman. Relawan Bencana Desa Tempur M Amin menyebut, penanaman difokuskan di titik-titik lereng dan sempadan sungai yang sebelumnya terdampak longsor.
“Penanaman dilakukan di lokasi yang rawan sebagai langkah pencegahan longsor susulan,” katanya.
BPBD Jepara menilai upaya penanaman pohon penting untuk mengurangi risiko bencana ke depan, terutama mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah perbukitan Jepara bagian utara.
Selain penanaman, BPBD juga tetap melakukan pemantauan kondisi lereng serta mengimbau masyarakat agar waspada saat melintas di jalur menuju Desa Tempur. (fik/war)