JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian pascabanjir dengan mengusulkan bantuan sekitar 70 ribu kilogram benih padi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Bantuan ini ditujukan untuk mendukung tanam ulang petani setelah genangan air surut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir, menyatakan bahwa bantuan benih menjadi kebutuhan paling mendesak menyusul ribuan hektare tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat banjir.
“Setelah air surut, yang paling dibutuhkan petani adalah benih. Karena sebagian besar tanaman yang terendam sudah tidak bisa diselamatkan,” ujar Mudhofir.
DKPP Jepara memperkirakan kebutuhan benih padi mencapai 25 kilogram per hektare.
Dengan luas lahan puso sekitar 2.807 hektare, kebutuhan benih yang diajukan ke provinsi mencapai sekitar 70 ton.
Bantuan benih tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan produksi pangan di Jepara, sekaligus mengurangi potensi kerugian lanjutan yang dialami petani.
Menurut Mudhofir, langkah tanam ulang harus segera dilakukan agar siklus tanam tidak terlalu tertinggal dan stok pangan daerah tetap terjaga.
“Kami harap setelah bantuan turun, petani bisa langsung bergerak. Semakin cepat ditanam ulang, semakin kecil dampak lanjutan terhadap produksi,” jelasnya.
Pemkab Jepara juga terus melakukan pendataan lanjutan terhadap lahan terdampak, sembari berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa