JEPARA — Upaya pembukaan akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, terus dilakukan. Setiap hari masyarakat gotong royong. Bekerja bakti.
Warga bersama BPBD Jepara dan relawan bahu-membahu menyingkirkan material longsor.
Termasuk batu-batu berukuran raksasa. Bahkan harus diderek menggunakan mobil 4x4 (four-wheel drive).
Carik Desa Tempur Mahfudz Aly, menyampaikan bahwa selama setidaknya hampir dua pekan terakhir masyarakat tidak berhenti. Sengkuyung bareng, untuk memulihkan akses jalan dan jembatan yang terdampak banjir dan longsor.
Upaya tersebut dilakukan secara swadaya. Seiring dengan bantuan alat berat dapat mengakses titik longsor terparah. Di area permukiman warga.
“Dalam tiga hari terakhir, fokus kami membuka jalur darurat. Batu besar yang menutup badan jalan terpaksa ditarik menggunakan mobil 4x4. Karena tidak bisa dipindahkan secara manual,” kata Mahfudz Aly pada Rabu (21/1).
Upaya tersebut juga tidak serta merta dilakukan begitu saja. Lebih dulu, warga dengan palu godam dan tatah harus memecah batu. Menjadi ukuran yang memungkinkan untuk disingkirkan.
Hingga Rabu (21/1) kondisi jalan menuju Desa Tempur berangsur mulai pulih. Kendaraan roda dua dapat melintas.
Sedangkan untuk roda dua, khususnya dengan spesifikasi mesin dan body trabas, dapat menembus jalan melewati titik-titik longsor terparah.
"Roda empat sudah bisa lewat, tapi sementara hanya mobil-mobil tertentu yang bisa lewat. Mobil pribadi atau colt belum bisa," terangnya.
Warga juga telah berupaya mengusahakan jembatan dari bebatuan yang dibawa longsor. Material tersebut diurug. Ke dalam lubang-lubang yang menganga digerus arus air maupun longsor.
Penanganan bencana banjir dan longsor di Desa Tempur, terus ditangani BPBD Jepara sejak Jumat (9/1) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa kejadian banjir dan longsor berdampak langsung pada badan jalan dan alur sungai.
Oleh karena itu, penanganan difokuskan pada pengalihan arus sungai. Sekaligus pembersihan material longsoran.
Sebanyak dua unit alat berat PC 200 Komatsu dan tiga unit PC 200 Kobelco dikerahkan, untuk pekerjaan pengalihan arus sungai.
Sementara itu, satu unit PC 75 digunakan untuk pembersihan badan jalan. Satu unit PC 45 difokuskan pada pembuatan gorong-gorong di ruas Jalan Kajang–Tempur.
Selain alat berat, dua unit dump truk juga diterjunkan untuk mengangkut material longsoran dari kawasan Jembatan Pelangi menuju arah Kaliombo.
Langkah ini dilakukan guna mempercepat pembukaan akses jalan, yang selama ini tertutup timbunan tanah dan batu.
Arwin menyebutkan, hingga saat ini pengalihan arus sungai masih dalam proses.
Pembersihan jalan serta pembuatan gorong-gorong dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi lapangan dan cuaca.
Namun demikian, sejumlah kendala teknis dihadapi petugas.
Tooth bucket pada alat berat PC 200 dilaporkan mengalami retak.
Sementara track pada unit lainnya putus sehingga menghambat operasional di lapangan.
“Perlu segera dilakukan perbaikan atau penggantian bucket dan track PC 200 agar pekerjaan tidak terhambat. Selain itu, monitoring cuaca dan debit air sungai terus kami lakukan secara berkala,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya