Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Targetkan sebelum Puasa Akses Jalan Tempur Pulih, Upayakan Pembukaan Jalan Alternatif 7 Kilometer

Fikri Thoharudin • Selasa, 20 Januari 2026 | 15:35 WIB
BABAT ALAS: Relawan tengah berupaya membuka jalan alternatif Duplak-Sumanding pada Selasa (20/1).
BABAT ALAS: Relawan tengah berupaya membuka jalan alternatif Duplak-Sumanding pada Selasa (20/1).

JEPARA - Kondisi cuaca kian bersahabat. Pengerjaan pemulihan jalan terus dilakukan. Ratusan warga Desa Tempur masih berupaya memecah batuan raksasa, yang terbawa longsor pada Selasa (20/1).

Ekskavator juga terus berupaya mengalihkan arus Sungai Gelis di daerah Kaliombo. Membuat badan jalan baru agar kendaraan roda empat bisa lewat.

Salah satu relawan, Amin menyampaikan jalan di daerah Kaliombo telah dapat ditembus. Khususnya oleh mobil trabas.

Setidaknya sebulan sebelum Ramadan, akses jalan maupun jembatan diharapkan telah pulih.

"Hari ini sudah bisa lewat. Namun mobil hanya sampai depan rumah mbah Sujak, titik terparah yang terdampak longsor. Jembatan masih putus. Hanya ada jembatan darurat kayu untuk sepeda motor," ujarnya Selasa (20/1).

Sementara itu, Sekda Jepara Ary Bachtiar menyampaikan saat ini fokus penanganan masih seputar pengajuan operasional untuk tanggap bencana. 

"Pengajuan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi lebih dari Rp 100 miliar belum diajukan. Yang terpenting untuk operasional penanganan bencana, terkait rekonstruksi dan rehabilitasi masih dihitung," ungkapnya.

Kepala BBWS Pemali Juana termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional juga telah meninjau kondisi di lapangan. 

"BBWS dan BPJN sudah datang. Menyurvei, membantu pelaksanaan jalan yang rusak akibat banjir. Termasuk juga di Sumberrejo, harapannya ke depan ada penanganan di Sumberrejo baik sodetan atau normalisasi agar banjir tidak terjadi lagi," ucapnya.

Kemudian terkait jalan alternatif, sampai saat ini masih terus digodok. Jaraknya antara 6-7 km, dari Desa Sumanding Kecamatan Kembang menembus Dukuh Duplak Desa Tempur Kecamatan Keling.

"Harapannya di Tempur ada kemudahan akses, ya rencana membuat jalur alternatif Sumanding-Duplak. Kondisi alam di Tempur yang bertebing dan lereng, kemungkinan longsor masih bisa terjadi. Sudah ada jalur, tinggal memperlebar," jelasnya.

Sehingga akses jalur lain tersebut dianggap penting. Sembari melakukan pemulihan jalur yang selama ini menjadi akses utama ke Tempur.

"Masih kami hitung, harapannya di tahun bisa terdapat jalan alternatif. Serta penanganan permanen. Harapannya kendaraan roda empat bisa keluar masuk jalur utama (sebelum puasa, red)," katanya.

Di samping itu, Pemda Jepara juga secara intens melakukan penanganan kebencanaan di daerah lain. 

Seperti di wilayah utara di Desa Tempur dan Desa Sumbberrejo. Termasuk wilayah selatan, seperti Batukali, Gerdu, Sowan Lor maupun Sowan Kidul.

"Arahan BBWS itu penanganan tidak parsial, bisa keseluruhan. Sehingga Pemda Jepara melalui Bappeda dan DPUPR membuat kajian atas permasalahan tersebut. Normalisasi sungai-tanggul," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tempur Mariyono juga menjelaskan jalur dari Dukuh Duplak Desa Tempur - Desa Sumanding Kecamatan Kembang.

"Kondisi jalur dulu sudah pernah dibuka, tapi jarang digunakan. Karena belum layak digunakan. Masih berupa tanah pegunungan, kalau musim ini belum bisa lewat," tanggapnya.

Terdapat beberapa titik yang telah memiliki lebar 3 meter. Namun sebagian besar masih berupa jalan setapak atau hanya dapat dilalui oleh roda dua.

"Masih sempit. Dulu sempat dibuka sekitar tahun 2016. Setelah itu tidak ada program lanjutan. Dulu dari Tempur dibuka 3 km, dari Sumanding 1,5 km. Sedangkan Tempur-Sumanding ada sekitar 6-7 km," tandasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #pulih #jalan alternatif #tempur #longsor #akses