Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Palu Godam dan Tatah Jadi Andalan, Warga Tempur Gotong Royong Buka Jalan Tertutup Longsor

Fikri Thoharudin • Senin, 19 Januari 2026 | 16:49 WIB
BAKOH: Ratusan warga bekerja bakti memecah bebatuan besar sisa longsor yang terjadi lebih dari sepekan terakhir, pada Senin (19/1).
BAKOH: Ratusan warga bekerja bakti memecah bebatuan besar sisa longsor yang terjadi lebih dari sepekan terakhir, pada Senin (19/1).

JEPARA - Suara 'tak-tik-tak-tik' terdengar di titik longsor terparah yang terjadi di Desa Tempur. Mengalun. Berirama. Sesekali senda gurau dilempar untuk mencairkan suasana.

Ratusan warga berkumpul. Mereka mengenakan jas hujan dan sepatu boat. Tangan kiri dan kanannya memegang alat. Baik cangkul, palu godam hingga tatah.

200 kepala keluarga di Desa Tempur ini bekerja bakti pada Senin (19/1). Membelah batu raksasa secara manual. Menggunakan palu godam dan tatah. 

Mereka tampak taktis dan terlatih. Bertenaga. Bergairah.

Batuan puluhan ton tersebut merupakan sisa material longsor. Masih memenuhi jalan dan menutup akses transportasi warga, utamanya kendaraan roda empat.

Alat berat dengan kapasitas 7,5 ton telah lolos. Berhasil melewati jalan yang terputus 80 meter. Namun saat ini masih melakukan pembersihan di titik-titik jalan menuju Desa Tempur. Belum menjangkau titik di mana warga bekerja bakti.

"Fokus kami buka akses jalan, untuk mobil," ringkas warga Desa Duplak, Desa Tempur Junaidi.

Pada saat yang sama, segenap jajaran pemerintah daerah (Pemda) Jepara juga melakukan rapat koordinasi.

Berkaitan dengan dengan rehabilitasi dan rekonsiliasi pascabencana. Baik yang terjadi di Tempur maupun daerah bawah.

Sekretaris Daerah Jepara Ary Bachtiar menyebut, rakor kedinasan pada Senin (19/1) khusus membahas tanggap bencana. Utamanya Rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.

Rapat dihadiri Forkopimda, perangkat daerah, camat dan kepala puskesmas.

Dalam forum tersebut, Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala DPUPR, memaparkan tentang kondisi bencana banjir dan longsor dibeberapa wilayah di Jepara.

Termasuk penyampaian oleh masing-masing camat. Terkait kondisi bencana dalam wilayahnya dan penanganan yang telah dilakukan.

"Kunci dari penanganan bencana ini ialah kecepatan dan koordinasi. Semua kepala dinas sebagai PIC masing-masing kecamatan mengoordinasikan agar penanganan bencana lebih cepat," jelasnya.

Menurutnya, yang tak kalah penting ialah rehabilitasi dan rekonstruksi sarpras dilakukan permanen. Agar kejadian bencana banjir atau longsor tidak terulang kembali.

"Sudah dikomunikasikan dengan BNPB, BBWS Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional. Akan membantu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyampaikan pihaknya juga tengah melakukan tinjauan, pra survei.

Mengenai pembukaan akses jalan melewati Sumanding hingga sampai Duplak Desa Tempur.

Jalan tersebut melewati area Perhutani. "Hari ini tim BPBD sedang meninjau lapangan, besok saya bersama dengan Sekda, Kepala DPUPR, BPKAD juga akan mengecek langsung. Sampai ke Desa Tempur. Menggunakan trail," sebutnya.

Setelah dilakukan pra survei, Arwin menyebut akan diketahui titik-titik mana yang perlu disambung. Termasuk dilebarkan serta membutuhkan waktu berapa lama.

"Untuk jembatan putus, dibantu dengan BBWS tapi biasanya penanganan permanen tidak bisa cepat, butuh pengajuan dan sejenisnya. Sebelum itu kami ajukan minta Dana Siap Pakai (DSP) BNPB untuk jembatan darurat," tegasnya.

Arwin juga menanggapi kaitannya masyarakat yang melakukan pemecahan batu secara manual. Khususnya di area jembatan, dekat dengan rumah milik Sujak yang terdampak parah tumpukan material longsor.

 "Pemecahan batu manual oleh warga ini akan dievaluasi, jika tidak optimal kami akan geser alat berat yang ada breaker-nya. Untuk mrantasi (memecah, red) bebatuan besar yang ada di titik longsor terparah. Sehingga mobil dapat segera lewat," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#bencana alam #jepara #BPBD