JEPARA — Kebakaran besar melanda pabrik PT Chengqi Industrial Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Sabtu (17/1) siang.
Api baru berhasil dijinakkan setelah lebih dari tiga jam proses pemadaman intensif
Melibatkan 13 unit armada dari berbagai instansi.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Sementara laporan resmi diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 10.38 WIB.
Api dengan cepat membesar karena membakar area produksi dan gudang penyimpanan.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengatakan begitu menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia ke lokasi kejadian.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pengamanan area sekitar pabrik.
“Api cukup besar dan cepat menyebar karena material yang terbakar merupakan bahan mudah terbakar,” kata Edy di lokasi kejadian, Sabtu (17/1).
Selain armada dari Damkar Jepara, proses pemadaman juga mendapat bantuan dari berbagai pihak. Di antaranya Damkar PT Djarum Kudus, Damkar Kota Jati, BPBD Jepara, DLH Jepara, PT HWI, serta armada water canon milik Polres Jepara.
Total terdapat 13 unit armada yang diterjunkan dalam upaya pemadaman tersebut.
Besarnya api serta luas area terdampak membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan khusus.
Kesulitan utama petugas terletak pada material yang terbakar, seperti foam, plastik, serta bahan baku pembuatan tas dan sepatu.
Selain itu, di dalam area pabrik juga terdapat tabung dan tangki elpiji yang berpotensi menimbulkan ledakan.
“Di lokasi terdapat satu tangki elpiji berisi sekitar 3.000 kilogram. Tangki tersebut langsung kami amankan dan terus kami siram air untuk mencegah terjadinya ledakan,” jelas Edy.
Dalam upaya mengendalikan api dan asap pekat, petugas juga menggunakan campuran deterjen dengan air sebagai alternatif pemadaman.
Cara tersebut dilakukan untuk membantu proses pendinginan material yang terbakar dan menekan kepulan asap hitam.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan lanjutan guna mencegah munculnya titik api baru.
Akibat kejadian tersebut, dua orang karyawan yang sedang mengoperasikan mesin mengalami luka bakar serius dan telah dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mayong.
Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, sementara taksiran kerugian masih dalam proses perhitungan.(fik)
Editor : Mahendra Aditya