JEPARA — Kondisi cuaca di Kabupaten Jepara, Jumat (16/1) mulai menunjukkan perubahan. Awan tersingsing.
Rekayasa cuaca tampak membuahkan hasil. Jepara Tenggereng. Tenggereng ialah istilah Jawa yang kemungkinan dari bahasa Sanskerta, yang berarti terang setelah beberapa hari diguyur hujan.
Matahari tampak sesekali muncul di balik awan tebal yang masih mendominasi langit wilayah Jepara dan sekitarnya pada Jumat (16/1).
Kondisi cuaca yang relatif lebih bersahabat ini tak lepas dari pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau penyemaian awan yang dilakukan sejak Kamis (15/1).
Operasi tersebut dipusatkan di wilayah langit Semarang dan perairan utara Jawa Tengah.
Dengan tujuan mengurangi potensi hujan lebat di daratan.
Dua hari setelah pelaksanaan manfaat dirasakan. Area Jepara kota cerah. Hanya hujan sekali di pukul 12.00, dengan durasi tak lebih dari 15 menit.
Kondisi serupa juga terjadi di Jepara atas. Hujan hanya sesekali. Cahaya matahari berhasil menembus dararan di Tempur. Tiga ekskavator dapat bekerja. Membelah dan mengalihkan aliran sungai.
Kepala BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyebutkan, pihaknya telah melakukan modifikasi cuaca dibantu oleh BNPB, BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Cuaca lebih bersahabat dibandung sehari sebelumnya. Tiga ekskavator berkapasitas 20 ton bekerja maksimal.
Terlebih saat terdapat kunjungan dari Kepala BNPB pada Jumat (16/1) sore.
"Fokus kami masih sama, yaitu memulihkan jalan. Agar alat berat bisa naik ke atas, membersihkan material longsor," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebutkan setidaknya sepanjang Januari ini upaya modifikasi cuaca akan terus dilakukan. Agar dapat mengurangi intensitas curah hujan yang tinggi.
"Meski dampak bencana longsor di sini tidak terlalu parah, namun jangan sampai tiga ribu lebih warga lain jadi terdampak. Karena akses jalan dan jembatan belum pulih," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya