JEPARA – Di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah, Kamis (15/1/2026).
Banjir mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 11.30 WIB. Air merendam kawasan permukiman hingga lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Madrasah di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Miftahul Huda Sumberrejo, Nur Rohmad, mengatakan banjir masuk ke area madrasah dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan merendam ruang-ruang kelas.
“Air naik mulai pukul 7 sampai 11.30. Di madrasah ketinggian air sekitar satu meteran dan masuk ke kelas,” ujar Nur Rohmad, Kamis (15/1/2026).
Meski ketinggian air cukup tinggi, warga tidak melakukan pengungsian. Hal itu karena karakter banjir di Desa Sumberrejo merupakan banjir lewat, yang biasanya akan surut setelah beberapa waktu.
“Warga hanya memantau kondisi banjir dan mencari tempat aman di sekitar rumah,” jelasnya.
Di permukiman warga, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 180 sentimeter hingga hampir dua meter. Untuk mengantisipasi kerugian, warga memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan menitipkannya ke rumah tetangga yang lebih aman.
“Ada juga yang mengamankan barang di lantai dua,” tambah Nur Rohmad, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris MWC NU Donorojo.
Sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan YPI Miftahul Huda Sumberrejo turut terdampak banjir, yakni RA Al Hikmah, MI Miftahul Huda 02 Sumberrejo, Madin Miftahul Huda, serta MTs Miftahul Huda.
Berdasarkan data sementara, banjir di Desa Sumberrejo, berdampak pada sekitar 75 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat RT.
Hingga siang hari, warga masih memantau perkembangan kondisi banjir sambil menunggu air berangsur surut.
Editor : Mahendra Aditya