Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pasca Longsor Muria Raya, Pemprov Jateng Akan Bedah Penyebab dan Siapkan Audit Menyeluruh

Fikri Thoharudin • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin memantau penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin memantau penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara

JEPARA — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menyatakan akan melakukan audit menyeluruh. 

Hal tersebut dilakukan sebagai buntut terjadinya bencana, baik longsor maupun banjir di Muria Raya.

Pihaknya akan membedah kasus. Memastikan penyebab bencana, utamanya longsor di daerah Tempur, Kecamatan Keling, Jepara.

Pernyataan itu disampaikan dalam tinjauannya pada Selasa (13/1) lalu di Kaliombo-Sungai Gelis, Desa Tempur, Kecamatan Keling. Persis di jalan menuju Desa Tempur yang putus 60-80 meter.

Menurut Wagub, meskipun beberapa wilayah terdampak bencana, secara umum kondisi wilayah Jepara tidak memiliki masalah signifikan yang memicu bencana secara langsung. 

Namun, debit air yang tinggi tetap berpotensi memicu banjir dan longsor, terutama di daerah tangkapan air (catchment area).

Wagub menegaskan bahwa wilayah tambang ilegal menjadi salah satu fokus audit. 

"Tidak ada tambang di sebagian besar wilayah Jepara. Tambang justru banyak di wilayah Muria Kudus. Kami akan terjunkan, audit tambang mana yang ilegal. Dan potensi yang rawan di Jepara akan kami audit," ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub menanggapi bahwa pihaknya akan menurunkan tim untuk memeriksa seluruh wilayah Muria.

Termasuk dugaan tambang ilegal di Kecamatan Mayong, Jepara. 

Audit ini mencakup pemetaan lokasi rawan bencana, peninjauan kegiatan tambang ilegal, dan evaluasi mitigasi yang sudah dilakukan.

"Semua wilayah Muria akan kami kaji kembali. Kami juga akan melihat laporan rekapan kondisi lapangan dan hasil audit. Seperti yang sebelumnya dilakukan di Gunung Slamet, ada yang ditutup," tegas Taj Yasin.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat mitigasi bencana dan memastikan pengelolaan wilayah Muria berjalan aman. Serta mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

"Tim akan kami terjunkan, untuk mengkaji lagi," tegasnya.(fik)

 

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #tambang #longsor #audit #Muria Raya