Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir, Warga Gerdu Buat Tenda di Tanggul Pilih Bertahan Di Rumah, Ogah Ngungsi

Fikri Thoharudin • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:50 WIB
BERTAHAN: Sutrisno, 70, memilih bertahan di tanggul dan tidak mengungsi.
BERTAHAN: Sutrisno, 70, memilih bertahan di tanggul dan tidak mengungsi.

JEPARA — Banjir yang melanda di Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan tak kunjung surut.

Sejak Senin-Kamis (12-15/1) air masih saja menggenangi tak hanya di Desa Gerdu, namun juga Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan.

Warga RT 2/RW 1, Desa Gerdu, Sutrisno bertengger dan tertidur di dalam becak listriknya pada Kamis (15/1) siang.

Pria 70 tahun ini, memarkir becak bantuan dari Presiden RI tersebut di tanggung depan rumahnya. Saat ditemui wartawan mulanya ia sedang tertidur, dengan muka bejak tertutup tirai penghalang. Sengaja digunakannya untuk menghalau rinai hujan yang rintik-rintik turun.

Nyaris tak terdapat ekspresi sedih di raut mukanya. Kata-katanya tegar. Bukan tanpa alasan, ia telah akrab dengan bencana yang acapkali datang saban tahun.

"Sejak Senin (12/1). Di dalam rumah sedalam 60cm. Hari ini belum turun, sisa sekitar 40cm," ungkapnya.

BERTAHAN: Kondisi tenda yang didirikan warga di sekitar tanggul Desa Gerdu pada Kamis (15/1).
BERTAHAN: Kondisi tenda yang didirikan warga di sekitar tanggul Desa Gerdu pada Kamis (15/1).

Ia memilih bertahan lantaran memiliki empat ekor kambing. Bagaimana mau mengungsi. Hewan ternaknya tersebut perlu diberi makan dan dijaga.

Terdapat belasan tenda yang berdiri di bantaran sungai dan tanggul Desa Karangrandu-Gersu tersebut. Sejurus dengan Bendung Bongpes.

Tenda ini digunakan para warga untuk menyelamatkan hewan ternaknya dari banjir. Ayam, bebek, kambing hingga sepeda motor maupin sepeda listrik. Semua terparkir, diteduhi tenda biru ataupun kuning.

"Dapat bantuan makanan, dua kali sehari. Pagi dan sore, dari Dapur Umum yang ada di Kantor Kecamatan Kalinyamatan," sebutnya.

Sutrisno menyebut, banjir kali ini terbilang lumayan. Tidak begitu parah. Tahun 2013 silam, banjir parah. Bahkan air mencapai 2 meter.

Saat wartawan mencoba masuk ke dalam kubangan, air menyentuh lutut. Bahkan ada yang sepaha di titik tanah yang memiliki elevasi lebih rendah.

"Ini air kiriman, limpasan sungai. Arah Pancur, Kecamatan Mayong sana," katanya sembari menyebutkan bahwa ia tinggal bersama sang istri.

Sementara itu, Khoirudin, 37, juga mengatakan bahwa ia sempat membersihkan rumah sehari sebelumnya.

"Tapi hari ini naik lagi. Subuh. Semalam sebelumnya sempat bersih-bersih. Selain Gerdu sini, yang terdampak Desa Batukali, Kaliombo," ucapnya.

Ia beserta dengan keluarga juga masih bertahan di dalam rumah. Mencari tempat seperti atas meja untuk tidur.

"Tenda untuk hewan ternak. Warga masih di dalam rumah masing-masing," tandasnya.(fik)

 

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #banjir #surut