JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya mempercepat penanganan dampak longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Langkah ini ditempuh menyusul tingginya intensitas hujan yang terus menghambat proses evakuasi dan pembukaan akses jalan warga.
Pelaksanaan TMC dilakukan pada Kamis (15/1) oleh BPBD Jepara bekerja sama dengan BNPB, BMKG, serta PT Makson Sukses Pratama sebagai penyedia jasa cloud seeding atau penyemaian awan.
Operasi TMC diawali dengan Sortie 1 menggunakan pesawat PK-SNP pada Kamis pagi.
Penyemaian awan dilakukan di wilayah perairan utara Semarang, pada radial 320–354 derajat dengan jarak 39–61,4 nautical mile dari Stasiun Radar Cuaca Semarang (SRG).
Sebanyak 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai bahan semai.
NaCl dipilih karena sifatnya yang higroskopis, sehingga efektif berfungsi sebagai inti kondensasi untuk mempercepat turunnya hujan di lokasi yang telah ditargetkan, terutama wilayah perairan dan hulu.
Dengan metode ini, hujan diharapkan turun lebih awal sebelum awan bergerak ke daratan Jepara, khususnya kawasan rawan bencana dan wilayah terdampak longsor di lereng Muria.
Proses penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 10.000 kaki, menyasar awan jenis cumulus dan cumulus congestus, dengan puncak awan berada di ketinggian 11.000–14.000 kaki dan dasar awan sekitar 5.000 kaki.
Berdasarkan data operasional, arah angin saat penyemaian bergerak dari 250–260 derajat dengan kecepatan lebih dari 16 knot, kondisi yang dinilai mendukung untuk memindahkan potensi hujan ke wilayah perairan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa pengajuan TMC dilakukan sebagai respons atas curah hujan tinggi yang hampir terjadi setiap hari dan berdampak pada meningkatnya debit sungai serta derasnya arus air.
“Untuk percepatan penanganan dampak bencana, Pemkab Jepara melalui BPBD mengajukan TMC ke BNPB agar hujan tidak terus-menerus terjadi. Hari ini TMC mulai dilaksanakan,” ujar Arwin.
Ia menegaskan, cuaca menjadi faktor krusial dalam penanganan longsor dan pembukaan akses jalan menuju Desa Tempur yang hingga kini masih terisolasi.
“Saat ini kami mengerahkan enam unit alat berat, namun progres belum maksimal karena hujan terus turun dan arus sungai sangat deras,” tambahnya.
Melalui TMC, BPBD Jepara berharap curah hujan dapat dikendalikan, debit sungai menurun, dan risiko longsor susulan dapat ditekan.
Dengan kondisi cuaca yang lebih terkendali, proses pembukaan akses jalan menuju Desa Tempur diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Editor : Ali Mustofa