JEPARA — Cuaca cerah di Kawasan Tempur, Kecamatan Keling, dimanfaatkan maksimal untuk mempercepat penanganan jalan putus akibat longsor.
Rabu (14/1), sejumlah ekskavator tampak berjibaku langsung di tengah Sungai Gelis, wilayah Kaliombo.
Arus sungai yang lebih jinak membuat operator berani melakukan pekerjaan ekstrem demi mengalihkan aliran sungai ke jalur semula di sisi timur.
Akibat hujan deras sejak Jumat (9/1), sekitar 60–80 meter badan jalan menuju Desa Tempur tergerus habis. Yang tersisa hanya bahu jalan di sisi barat, menempel pada tebing bukit.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, fokus awal penanganan adalah menyambung kembali jalan yang putus agar alat berat bisa masuk ke titik longsor terparah.
Sebanyak lima unit ekskavator dikerahkan. Tiga unit kelas 20 ton difokuskan untuk pekerjaan pengalihan arus Sungai Gelis, sementara dua unit lainnya membuka akses jalan sementara menuju Desa Tempur.
BPBD berharap cuaca cerah dapat bertahan agar proses pengalihan arus sungai segera rampung dan akses menuju Tempur bisa kembali terbuka. (fik/war)