JEPARA - Ekskavator long arm telah mendarat dan siap digunakan untuk penanganan jalan menuju Desa Tempur, Kabupaten Jepara. Alat berat tersebut tiba di lokasi pada Selasa (13/1).
Ekskavator diturunkan di wilayah Kaliombo, tepat di titik jalan yang putus akibat gerusan aliran Sungai Gelis.
Panjang kerusakan jalan di lokasi tersebut mencapai puluhan meter. Mencapai 60-80 meter. Bahkan lebih jika sampai badan jalan yang mengalami keretakan.
Saat ini, akses jalan di Kaliombo hanya bisa dilalui sepeda motor. Itupun tanpa bisa bersimpangan karena lebar jalan yang sangat terbatas.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyampaikan bahwa kedatangan ekskavator long arm menjadi langkah penting dalam percepatan penanganan.
Alat ini dibutuhkan untuk menjangkau area sulit di sekitar sungai.
"Ada empat ekskavator PC200. Kami akan membiarkan operator beroperasi, berkreasi. Mengalihkan aliran sungai dan membuat badan jalan," sebutnya Selasa (13/1).
Menurut Arwin, kondisi medan saat ini memang cukup berat karena berada di dekat aliran sungai.
Derasnya arus sungai sebelumnya menjadi kendala utama bagi alat berat biasa.
Selain itu, cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi. Kondisi tersebut membuat debit air sungai belum sepenuhnya stabil.
BPBD Jepara sebelumnya juga telah menerima bantuan bronjong.
Material tersebut disiapkan untuk rekayasa aliran sungai dan penguatan badan jalan sementara.
Termasuk penanganan menggunakan beton cyclop.
Penanganan akan difokuskan pada pengalihan alur sungai agar area kerja lebih aman. Setelah itu, ekskavator long arm akan digunakan untuk membuka kembali badan jalan.
Arwin menjelaskan bahwa akses menuju Desa Tempur sangat vital bagi aktivitas warga.
Jalan tersebut menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik dan layanan darurat.
BPBD Jepara berharap dengan dukungan alat berat dan material yang ada, akses jalan dapat segera difungsikan kembali. Namun demikian, pekerjaan tetap menunggu kondisi alam benar-benar aman.(fik)
Editor : Mahendra Aditya