Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gubernur dan Wagub Jateng Turun Langsung, Penanganan Longsor Tempur Jadi Prioritas

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin memantau penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin memantau penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara

JEPARA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin turun langsung meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Selasa (13/1/2026), untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Sehari sebelumnya, Senin (12/1/2026), bantuan logistik telah lebih dulu dikirim ke tiga kabupaten yang terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar warga.

Baca Juga: Empat Ekskavator PC200 Dikerahkan, BPBD Jepara Normalkan Sungai Gelis di Lokasi Longsor Tempur

“Saya bersama Pak Wakil Gubernur sudah melakukan pengecekan langsung, termasuk di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati. Dari hasil pantauan, kondisi paling berat terjadi di Desa Tempur, Jepara,” ujar Luthfi di sela kunjungan.

Tanah longsor di Desa Tempur dipicu hujan berintensitas tinggi yang turun selama beberapa hari berturut-turut. Secara topografi, desa yang berada di lereng Gunung Muria itu memang tergolong kawasan rawan longsor. Dalam kejadian ini, tercatat sedikitnya 23 titik longsoran di sepanjang jalan desa.

Dampaknya, hampir 3.600 kepala keluarga terdampak dan sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Selain itu, enam rumah mengalami rusak ringan, satu rumah rusak berat, serta dua unit usaha milik warga ikut terdampak.

“Berkat kerja cepat Basarnas, BPBD, relawan, serta dukungan TNI dan Polri, akses darurat akhirnya bisa dibuka meski baru bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor krusial dalam situasi darurat agar dampak bencana tidak semakin meluas. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah langsung mengerahkan alat berat untuk membuka jalur akses sementara.

Menurut Luthfi, penanganan longsor di Desa Tempur tidak cukup hanya bersifat darurat. Diperlukan langkah jangka panjang yang bersifat struktural, termasuk penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Ini Daftar Wilayah Terdampak Bencana di Jepara, Fokus Tempur: Jalan Dibuka 3 Hari, Logistik Aman 10 Hari

“Prioritasnya penanganan sungai terlebih dahulu. Setelah itu baru pembangunan jalan bisa dilakukan. Untuk sementara, kebutuhan warga dipenuhi melalui dapur umum,” jelasnya.

Distribusi bantuan logistik pun dilakukan menggunakan sepeda motor karena keterbatasan akses. Pemerintah memastikan pasokan bahan pokok tetap masuk ke desa, sembari memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah.

Dalam tahap awal, berbagai bantuan telah disalurkan, mulai dari kebutuhan pokok, dukungan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp260 juta untuk desa tersebut.

“Bantuan sudah kami salurkan dan akan kami tambah jika masih dibutuhkan,” tegas Luthfi.

Pemprov Jawa Tengah, lanjut Luthfi, berkomitmen terus mengawal penanganan longsor di Desa Tempur hingga akses kembali normal dan warga dapat beraktivitas dengan aman.

Salah satu warga Desa Tempur, Adil, mengungkapkan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Muria selama empat hari berturut-turut, yang memutus satu-satunya jalur keluar-masuk desa.

“Untuk mencari kebutuhan seperti bensin dan logistik lainnya jadi sangat sulit. Jalur ini juga biasa saya lewati untuk bekerja. Sekarang harus ekstra hati-hati karena risikonya besar. Harapannya segera diperbaiki supaya warga bisa beraktivitas normal lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Dramatis, Distribusi Logistik Pangan Desa Tempur Lewati Jalan Darurat

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik ke seluruh wilayah terdampak di Jepara, Kudus, dan Pati.

“Kami dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Imam.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBN, meliputi makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, tenda keluarga, tenda gulung, kasur, selimut, family kit, kids ware, hingga pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jateng, nilai bantuan logistik yang disalurkan untuk Kabupaten Jepara mencapai Rp140.755.720, Kabupaten Pati Rp133.306.218, dan Kabupaten Kudus Rp188.014.483.

Selain penyaluran logistik, BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati serta instansi terkait juga telah menerjunkan personel ke lokasi bencana. Fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak berada dalam kondisi aman. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#taj yasin #gubernur jawa tengah #Ahmad Luthfi #desa tempur #Desa tempur jepara #bencana banjir #penanganan bencana #tanah longsor