Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Empat Ekskavator PC200 Dikerahkan, BPBD Jepara Normalkan Sungai Gelis di Lokasi Longsor Tempur

Fikri Thoharudin • Senin, 12 Januari 2026 | 17:58 WIB
MEGATRON: Operator ekskavator tengah berupaya mengeruk bebatuan dari sungai supaya aliran sungai tidak menggerus badan jalan pada Senin (12/1).
MEGATRON: Operator ekskavator tengah berupaya mengeruk bebatuan dari sungai supaya aliran sungai tidak menggerus badan jalan pada Senin (12/1).

JEPARA — Penanganan bencana longsor di Desa Tempur Kecamatan Keling tak tanggung-tanggung. Empat unit ekskavator PC200 dikerahkan. Upaya maksimal.

Alat berat laiknya megatron ini dikerahkan bukan tanpa alasan. Digunakan untuk memperdalam Sungai Gelis di daerah Kaliombo tersebut. 

Titik tersebut juga termasuk daerah dengan dampak yang cukup besar. Memutus jalan utama.

Dengan longsoran atau retakan jalan mencapai sekitar 100 meter. Sebagian besarnya, badan jalan telah hanyut. Hilang dicaplok ganasnya arus sungai.

Sejak Minggu (11/1) pagi warga telah mengupayakan adanya jalan darurat. Namun, kembali tergerus derasnya aliran sungai pada Senin (12/1).

Menyikapi hal tersebut Kalaksa BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto memutuskan untuk mengerahkan empat unit ekskavator. Termasuk di antaranya dengan spesifikasi long arm.

Unit tersebut di luar empat ekskavator kecil yang sebelumnya telah didatangkan. Termasuk satu unit alat berat loader.

"Jadi pagi ini (Senin) kami datangkan PC200 atau ekskavator kelas 20 ton. Empat unit, termasuk yang long arm," ungkapnya Senin (12/1).

Pihaknya merencanakan betul upaya pembuatan jalan utama. Sehingga dapat dilintasi kembali oleh warga.

Hujan deras tidak lantas menjadi penghalang. Ekskavator terus bekerja. Merekayasa aliran sungai agar tidak semakin menggerus badan jalan yang tersisa.

"Programnya akan menormalkan arus sungai, bisa dikembalikan lagi ke arus aslinya," sebutnya.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap. Dengan tetap mempertimbangkan keselamatan pekerja. Arus Sungai Gelis cukup deras. Sehingga belum memungkinkan dilewati oleh ekskavator.

"Karena kedalaman sungai dan arus belum memungkinkan untuk dilewati, sehingga dibuat dulu jalan untuk eksavator. Penanganan sementara batu didalam sungai diambil, diletakkan sejurus ekskavator dan eks garis badan jalan yang hilang. Supaya arus tidak belok (menggerus, red)," jelasnya.

Ia juga melihat, perlu penanganan khusus akan arus sungai tersebut. Tak ayal, air dari hulu itu, mengalir cukup deras ditambah lagi intensitas hujan yang tinggi.

"Intinya nanti agar tidak menggerus badan jalan darurat yang dibuat warga. Empat unit (ekskavator) ini rencananya penanganan dengan beton siklop (cyclop) isi cor. Terus di jalannya, diisi batu. Lalu dikasih bronjong," katanya.

Sebagai bemper atau pelindung akan arus sungai sendiri ialah cyclop. Model cancang.

"Kami tidak berani menarget akan selesai kapan, karena cuaca ekstrem. Namun kami akan kerjakan secara semaksimal mungkin," katanya.

Di samping itu, pihaknya juga menyampaikan untuk logistik pangan aman terkendali.

*Kami sediakan 2,5 ton beras. Termasuk mineral, susu bayi, pampres, dan lainnya. Sebab satu-satunya cara adalah dengan mengalihkan aliran sungai yang menggerus badan jalan," ujarnya.

Hal tersebut menjadi upaya mutlak yang harus dilakukan. Lantaran, sisi kanan jalan sudah tebing dengan karakteristik batuan yang amat keras.

"Karena kalau mengepras tebing tidak mungkin, sangat rawan. Alternatif jalan lain kami juga telah meminta rombongan trail untuk survey lewat jalur, tapi tidak bisa," terangnya.

Jalur-jalur potensial lainnya pun sebenarnya juga masih tersedia. Namun untuk dapat mempersiapkannya tidak murah dan mudah. Butuh banyak biaya dan waktu.

"Pengupayaan satu-satunya jalan ini. Fokusnya adalah memperbaiki jalan yang telah tergerus air. Masyarakat juga bahu membahu (jalan kaki) untuk buffer stock pangan lewat jalan darurat yang telah dibuat," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #terisolasi #tempur #longsor