Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dramatis, Distribusi Logistik Pangan Desa Tempur Lewati Jalan Darurat

Fikri Thoharudin • Senin, 12 Januari 2026 | 11:08 WIB
TANGGUH: Warga bersama dengan relawan dan personil BPBD terobos hujan melewati jalan darurat untuk mendistribusikan logistik pada Senin (12/1).
TANGGUH: Warga bersama dengan relawan dan personil BPBD terobos hujan melewati jalan darurat untuk mendistribusikan logistik pada Senin (12/1).

JEPARA — Distribusi logistik pangan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, berlangsung dramatis. 

Ratusan warga bersama relawan dan personel BPBD Jepara berjibaku menembus hujan. Serta melewati jalan darurat yang sebelumnya dibuat warga para Minggu (10/1).

Di tengah kondisi akses yang masih terputus akibat longsor, iring-iringan logistik bergerak perlahan menyusuri jalur sempit dan licin. 

Jalan darurat itu menjadi satu-satunya harapan. Agar bantuan pangan bisa sampai kepada warga yang terisolasi.

Total logistik pangan yang disiapkan mencapai sekitar 2,5 ton beras.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,6 ton telah berhasil didropping langsung ke Desa Tempur. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di samping itu, juga terdapat sekitar 200 dus mi instan. Tak hanya bahan pangan pokok, bantuan juga mencakup berbagai jenis sayuran segar. 

Di antaranya seperti sawi, sawi putih, kacang panjang, wortel, kol, daun bawang, tauge, labu siam, tomat, putren, buncis, hingga jagung.

Distribusi dilakukan secara gotong royong. Penuh semangat. 

Warga, relawan, dan personel BPBD berjalan beriringan, memanggul dan mengangkut logistik.

Distribusi dari Posko Destana Damarwulan yang berada di Dukuh Kajang. Diangkut menggunakan mobil. Sesampainya di sekitar Kaliombo, estafet. 

Setelah melewati jalan yang terputus, bantuan logistik kembali dilangsir oleh warga. Motor dengan bronjong menjadi satu-satunya alternatif pengangkutan.

Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan menambah berat perjuangan. 

Namun semangat kebersamaan membuat proses distribusi tetap berjalan. Hingga bantuan berhasil masuk ke wilayah desa.

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menyampaikan bahwa saat ini fokus utama pemerintah ialah dropping bahan pangan. 

Utamanya bagi warga terdampak, serta percepatan pembuatan akses jalan yang memadai.

Menurutnya, kebutuhan pangan menjadi prioritas utama. Mengingat warga telah terisolasi sejak Jumat (9/1), imbas bencana longsor yang menutup jalur utama menuju Desa Tempur.

Hingga Senin (12/1) terdapat sedikitnya 24 titik longsor yang diinventarisasi.

Beberapa sudah dapat dibersihkan. Namun sebagian besar masih tertutup material longsor. Berupa bebatuan besar, dan hanya dapat diatasi dengan alat berat.

Selain distribusi logistik, alat berat berupa ekskavator juga mulai dikerahkan. 

Alat tersebut diharapkan dapat membuka jalur secara maksimal. Agar akses transportasi dan distribusi bantuan dapat kembali normal.

"Fokus pada bantuan pangan dan pembukaan akses jalan. Sebelumnya sudah ada lima alat berada, berupa ekskavator dan loader. Hari ini ada tambahan tiga ekskavator besar. Satu di antaranya sudah berada di titik longsor yang menggerus badan jalan," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #banjir #tempur #bencana #longsor