JEPARA — Upaya membuka kembali akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terus dilakukan.
Sebuah ekskavator jumbo kembali didatangkan ke lokasi terdampak bencana pada Minggu (11/1) malam.
Untuk mempercepat penanganan jalan yang terputus akibat longsor.
Pada pukul 23.00 WIB, bego jumbo tersebut menginjak pelataran Posko Destana Damarwulan.
Mulanya, proses kedatangan alat berat tersebut tidak berjalan mulus.
Towing pengangkut ekskavator dilaporkan terperosok saat hendak menuju lokasi terdampak.
Akibatnya, ekskavator terpaksa diturunkan lebih awal. Berjalan sendiri secara perlahan menanjak menuju titik longsor.
Di tengah gelapnya malam dan kondisi jalan yang licin, relawan tampak menuntun pergerakan alat berat tersebut.
Dengan penerangan seadanya, merangkak alat berat itu memecah kegelapan. Operator memastikan ekskavator dapat mencapai lokasi dengan aman.
Suasana di lapangan masih diselimuti gerimis. Meski demikian, semangat relawan dan operator tidak surut.
Mereka tetap bekerja dengan penuh kehati-hatian, guna mempercepat pemulihan akses jalan. Sebab ini menjadi satu-satunya urat nadi aktivitas warga Desa Tempur.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan menuju Desa Tempur mengalami longsor dan retakan cukup parah sepanjang sekitar 60 hingga 100 meter. Separuhnya, badan jalan digerus luapan Sungai Gelis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan fokus utama penanganan pascabencana saat ini adalah menyambung kembali ruas jalan yang terputus tersebut.
Apalagi kini, listrik telah menyala total. Menambah harapan warga Tempur untuk bangkit.
Akses jalan dinilai krusial untuk memulihkan mobilitas warga dan kelancaran distribusi logistik.
“Prioritas kami adalah membuka kembali akses jalan agar mobilitas masyarakat kembali normal, distribusi bantuan bisa berjalan lancar, dan penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal,” tandasnya.(fik)
Editor : Zainal Abidin RK