JEPARA – Update bencana banjir dan tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Warga setempat secara swadaya melakukan kerja bakti membuka jalan darurat pada Minggu (11/1) sejak pukul 07.00 WIB.
Aksi gotong royong dilakukan setelah akses utama desa terputus akibat longsor yang menggerus badan jalan sepanjang lebih dari 50 meter.
Longsor dipicu luapan aliran sungai Kali Gelis saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, sekitar 800 warga dari berbagai dukuh turun langsung dengan peralatan manual.
Mereka membersihkan material tanah, batu, dan kayu untuk membuat jalur darurat agar bisa dilewati sementara oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Sebelumnya, bencana banjir dan longsor membuat Desa Tempur terisolasi. Jalan yang amblas merupakan akses vital bagi aktivitas warga, termasuk distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, serta layanan kesehatan.
“Ini solusi sementara. Yang penting ada jalan dulu meski darurat,” kata salah satu warga saat ditemui di lokasi.
Saat berita ini diterbitkan, proses pembukaan jalan darurat masih berlangsung. Warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi di kawasan Pegunungan Muria. (fik/war)
Editor : Mahendra Aditya