JEPARA — Ribuan warga di Desa Tempur Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, masih terisolasi. Imbas longsor dan banjir bandang yang memutus akses jalan utama.
BPBD Kabupaten Jepara mulai menyalurkan bantuan logistik dan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara, Tri Mulyo Mardi Santoso, menyebutkan jumlah warga di Desa Tempur sendiri mencapai 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga.
Kondisi ini membuat penanganan darurat menjadi prioritas utama.
“Pada Minggu (11/1) kami akan melakukan pengiriman bantuan logistik berupa beras 180 kilogram dan mi instan 12 karton,” ujar Tri Mulyo Sabtu (10/1) malam.
Ia menjelaskan, stok logistik yang tersedia di Posko Destana Damarwulan, saat ini digeser untuk memenuhi kebutuhan warga Tempur.
BPBD juga dibantu puluhan relawan yang ada, untuk memaksimalkan sumber daya di lapangan melalui koordinasi lintas sektor.
Sekitar 70 relawan diterjunkan untuk membantu penanganan bencana. Termasuk distribusi bantuan dan penanganan darurat.
“Untuk logistik saat ini di Tempur, dipastikan aman untuk dua sampai tiga hari ke depan. Sehingga ini kami kirim lagi," jelasnya.
Selain bantuan pangan, BPBD juga melakukan dropping BBM ke Desa Tempur. Untuk mendukung operasional darurat.
BBM jenis Pertalite yang telah dikirim ke lokasi. Sejumlah enam galon ukuran botol air mineral.
Tri Mulyo mengungkapkan, komunikasi menuju wilayah Tempur saat ini terputus total.
Bahkan komunikasi dengan jaringan Handy Talky (HT) juga belum memungkinkan dilakukan. Sebab repeater dilaporkan tersambar petir, sehingga menyulitkan koordinasi di lapangan.
“Kondisi di lapangan sangat sulit. Banyak material longsor menutup badan jalan dan jumlah titik longsor masih terus kami inventarisir,” ungkapnya.
BPBD Jepara juga mulai mewacanakan pembuatan akses jalan darurat serta jalur alternatif lain.
Agar distribusi logistik dan evakuasi bisa berjalan lebih lancar. Koordinasi intensif dilakukan bersama perangkat Desa Tempur maupun Forkopimda Jepara.
Namun demikian, upaya penanganan masih terkendala sulitnya akses masuk alat berat seperti ekskavator maupun loader ke lokasi longsor.
BPBD memastikan penanganan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.(fik)
Editor : Ali Mustofa