Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tempur Terisolasi, Longsor Besar Tutup Jalur Utama Kajang–Tempur di 18 Titik

Fikri Thoharudin • Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:10 WIB
SIAGA 1: Kondisi jalan sejurus arah Desa Tempur alami longsor.
SIAGA 1: Kondisi jalan sejurus arah Desa Tempur alami longsor.

JEPARA — Wilayah Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terisolasi total akibat longsor besar yang terjadi di sepanjang jalur utama Kajang–Tempur.

Hujan dengan curah tinggi sejak Jumat-Sabtu (9-10/1) menjadi faktor utama.

Longsor dipicu hujan deras berkepanjangan yang mengguyur kawasan lereng Muria, menyebabkan badan jalan tertutup material tanah, batu, hingga sebagian ruas jalan hilang tergerus aliran sungai.

Berdasarkan data lapangan, longsor besar tercatat terjadi di sedikitnya 18 titik. Di lokasi Basuno, tebing setinggi sekitar 20 meter longsor dengan lebar mencapai 12 meter.

Sementara di lokasi atasnya, Leki, longsor besar terjadi di beberapa titik dan menutup jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketebalan material antara 1 hingga 1,5 meter.

Longsor juga terjadi di kawasan Utara Dieng. Pada satu titik, material longsoran menutup jalan sepanjang 13 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter, bahkan sebagian badan jalan ikut ambrol.

Di titik lain yang masih di kawasan yang sama, longsor menutup jalan sepanjang 6 meter dengan ketebalan sekitar 0,5 meter

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di sekitar Jembatan Dieng.

Longsor dari tebing setinggi sekitar 100 meter membawa material yang menutup jalan sepanjang 60 meter dengan ketebalan 1 hingga 1,5 meter.

Meski struktur jembatan dilaporkan masih aman, pagar pengaman jembatan hilang tersapu longsoran.

Di pertigaan samping spot foto Selamat Datang Tempur, badan jalan dilaporkan hilang total sepanjang sekitar 50 meter akibat tergerus derasnya aliran Sungai Kali Gelis.

Kondisi serupa juga terjadi di Kali Untuk dan Kali Bayi, di mana longsor dari sumber mata air membawa material tanah, batu, dan pasir yang menutup jalan dengan panjang bervariasi antara 15 hingga 20 meter.

Longsor besar juga terjadi di tebing Kali Bayi dengan ketinggian mencapai 200 meter, menutup badan jalan sepanjang 15 meter.

Di tanjakan Gandu, sebagian badan jalan longsor akibat tergerus arus sungai, disusul longsor lain setinggi sekitar 20 meter yang menutup tanjakan sepanjang 8 meter dengan ketebalan material hingga 1,5 meter.

Kerusakan parah juga tercatat di kawasan Pule. Di tanjakan Pule, longsor setinggi sekitar 100 meter menerjang badan jalan hingga pagar pengaman hilang total, sementara jurang di sisi jalan memiliki kedalaman mencapai 100 meter.

Di Jembatan Pule, badan jalan longsor sepanjang sekitar 50 meter dan membutuhkan pembangunan talud penguat jalan.

Sementara itu, di lokasi Jembatan Mbah Sujak, material longsoran berupa batu-batu besar menutup jembatan hingga mengalihkan aliran sungai ke sisi lain.

Akibatnya, halaman rumah warga bernama Mbah Sujak serta badan jalan tergerus hingga kedalaman sekitar 6 meter.

Selain itu, longsor juga terjadi di atas greenhouse, Kali Unthok jalur menuju Dukuh Duplak, serta sejumlah titik lain dengan material longsoran menutup jalan sepanjang 20 meter.

Data ini baru mencatat longsor besar, sementara longsor kecil tidak terdata karena jumlahnya sangat banyak dan tersebar di hampir sepanjang jalur.

Akibat rangkaian longsor tersebut, akses utama menuju Desa Tempur lumpuh total. Warga tidak dapat melintas, distribusi logistik terhambat, dan aktivitas ekonomi terhenti.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat, membuka akses sementara, serta menurunkan alat berat mengingat skala kerusakan yang dinilai sangat parah.

 

 

Editor : Ali Mustofa
#jepara #tempur #longsor