Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lelang Aset Pemkab Jepara Diserbu Peminat, Elf Bus dan RX King Laku Jauh di Atas Harga Limit

Fikri Thoharudin • Kamis, 8 Januari 2026 | 18:32 WIB
SUMRINGAH: M Karis tengah menyiapkan armada untuk dibawa pulang ke Bringin, Salatiga pada Kamis (8/1).
SUMRINGAH: M Karis tengah menyiapkan armada untuk dibawa pulang ke Bringin, Salatiga pada Kamis (8/1).

JEPARA — Raut bahagia terpancar di muka M Karis, 54. Warga asal Bringin Kabupaten Salatiga ini menjadi salah satu pemenang atas raihan unit elf bus yang dilelang Pemerintah Kabupaten Jepara. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proses lelang tersebut dilaksanakan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.

Meliputi kendaraan dinas roda dua, roda empat, rongsokan, hingga kapal atau speed boat.

Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan Siswa SDN 2 Jatibarat, Dinkes Periksa Sampel Makanan di Labkesda Jepara

M Karis adalah ayah dari pemenang lelang elf bus yakni Fahrur Adi Pratama dengan harga deal tercantol Rp 170 juta.

Ia bersama dengan sang montir tampak mengotak-atik dua unit elf bus, di belakang gedung MPP Jepara pada Kamis (8/1) menjelang sore. Senyumnya pecah beberapa kali. Bagaimana tidak, unit yang didapatkannya mulus. Kinyis-kinyis.

"Saya sering ikut lelang. Pernah dapat di Palu, Manado, yang jelas seluruh Indonesia. Karena lelang seperti ini terjangkau, online. Gak bakal ngapusi. Kalau kalah jaminan DP kembali, tidak ada potongan," ucapnya setelah rampung mengecek bus.

Karis pun mengaku beruntung, dua unit bus tersebut baru mencapai KM 3000 dan 50.000. 

"Tinggal konsumen mau dibentuk drill fun atau peremajaan micro bus maupun rontgen. Tergantung pesanan. Ini kinyis-kinyis. Kalau kendaraan dinas mudah perbaikannya, biasanya perbaikan filter solar. Karena itu kalau lama nongkrong, mengendap, menggumpal dan tersumbat solarnya," jelasnya.

Ia bersama dengan kerabat dan sang montir memastikan betul kondisi pengereman maupun gas berfungsi normal. "Unit teratasi, sore ini langsung gas ke Bringin," sebutnya.

Pihaknya berharap, agar lelang ke depan semakin dimudahkan. Seperti untuk pengajuan sistem risalah lelang. 

"Saat ini masih ribet, makanya semoga kebijakan kementerian terkait dapat dipermudah. Untuk pengajuan sistem bisa online, seperti kwitansi. Jaraknya jauh, jika lelang seperti di Manado. Kalau dipermudah, risalah lelang pengajuan online, partisipasi meningkat. Walaupun bukaan rendah (limit) kalau kualitas unit bagus, pada minat. Begitupun sebaliknya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Hasannudin Hermawan melalui Pejabat Penjual Barang Milik Daerah Pemkab Jepara, Yuny Astuti Rahayu, menyampaikan sembilan paket telah terlelang dengan harga yang cukup bagus. 

Dari yang semula total limit yang dipasang Rp 101.042.400, namun semuanya berhasil terlelang Rp 448.252.400.

"Dari lelang ini ada salah satu paket atau lot yang ditawar sebanyak 81 kali, saling menaikkan harga," ucapnya.

Menurutnya, dari tahun ke tahun peserta lelang semakin meningkat. Sementara itu item-item yang ada juga dianggap favorit oleh peserta. Seperti sepeda motor RX King.

Yuny pun menjelaskan secara terperinci, seluruh paket yang terlelang.

paket 1, RX King dengan limit Rp 5,390.000 terlelang dengan harga Rp 42.140.000.

Paket 2, dengan jumlah enam kendaraan limit Rp 4.656.650 terlelang Rp 27.206.650.

Paket 3, 4 kendaraan limit Rp 4.107.000 terlelang Rp 16.907.650.

Paket 4, 17 kendaraan limit Rp 10.829.000, terlelang Rp 52.429.000.

Paket 5, mobil Carry limit Rp 4.466.000, terlelang Rp 12.266.000.

Paket 6, mobil Kijang limit Rp 13.080.000 terlelang Rp 46.880.000.

Paket 7, elf bus limit Rp 32.621.500 terlelang Rp 170.221.500.

Paket 8, unit rongsokan limit Rp 4.251.000 terlelang Rp 4.451.600.

Paket 9, speed boat limit Rp 22.000.000 terlelang Rp 75.250.000.

"Penjualan secara lelang dilakukan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Utamanya dalam penjualan aset-aset yang sudah tidak dipergunakan lagi untuk menunjang tugas dan fungsi Pemerintahan Daerah. Serta sudah tidak ekonomis lagi untuk dipelihara," jelasnya.

Pihaknya di BPKAD pun amat bersyukur, dengan adanya antusiasme peserta lelang yang tinggi.

"Ke depan akan dilakukan hal yg sama. Karena dengan penjualan secara lelang yang bekerjasama dengan KPKNL, proses penjualan aset-aset yang sudah tidak digunakan menunjang tusi Pemda. Ini dilakukan sesuai regulasi dan mendapatkan hasil penjualan yang optimal sesuai harga pasar," imbuhnya.

Hasil dari lelang akan diketahui setelah tanggal 14 Januari mendatang, sebagai batas akhir pelunasan dari peserta lelang.

"Harapannya selain lelang penjualan aset, Pemda juga dimungkinkan untuk melakukan lelang pemanfaatan aset yang disebut dengan lelang hak menikmati. Supaya dapat melakukan optimalisasi Aset Pemda dalam rangka meningkatkan PAD," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #lelang #pemda